Minggu, 08 Januari 2017

2016, 恵みの年

2016年は私にとって恵みの年でした。今年は溢れるほどの恵みをもらいました。今回のポストはQRからコピーして、少し編集しました。

これは印象に残った2016年のことです。
①   EJUを終わらせました。
今年は二回EJUを受けました。EJUはいわば大学に入るための一つの鍵だと思います。去年からEJUで良い点数が取れるかどうか心配しました。6月のEJUの前の日には眠れないほど緊張しましたが、今はEJUが終わったので、ほっとしています。結果には不満がありますが、去年目指した点数が越えられて、よかったと思います。

②   夏休みに埼玉へ行きました。
モニターツアーに参加して、いろいろな場所へ行きました。一番印象に残ったのはきれいな自然でした。私は小さいころからずっと都会で育ち、爽やかで空がはっきり見える場所へはあまり行きませんでした。埼玉へ行ったとき、すがすがしくて、気持ちがいいと思いました。来年は時間に余裕があれば、日本を探索して、自然に触れたいです。

③   早稲田大学に合格しました。
これは不思議だと言えると思います。難しかった筆記試験で合格することが出来て、本当に夢のようです。

④   学校のスピーチコンテストで優勝しました。
私の経験と考えを人々に伝えることが出来ました。これからも言葉で、出来れば人々を励ましてあげたいと思います。

⑤   今年のそれぞれの季節を楽しむことが出来ました。
これは今年の目標の一つでした。冬は雪を見ました。また、きれいな春の桜を見ました。それから、混んでいましたが、素晴らしい花火大会を見に行きました。しかし、来年は二度目の花火大会に行くことをちょっと遠慮します。最後に、大変でしたが、秋に高尾山に登って、紅葉と夜景を見ました。

⑥   今年、初めて年賀状を書きました。ちょっと疲れましたが、私はこの日本の文化が気に入っています。この一年でお世話になったり、助けられたり、一緒に過ごしたり、いたりしてくれた人を思い出すことで、私たちが一人ではないことを覚えさせてもらえます。

従来に比べて、今年からはもっと自分に自信を持つようにします。以前はいつも自分が醜いこと、太っていることや歌えないことに不満がありましたが、今は自分なりでいることを感謝します。醜いままできれいな自分、太っていても健康で生きている自分、上手に歌えないままでも歌える自分を受け入れます。

2016年
いろいろ教えてくれて、ありがとう。
自分を愛すること、小さなことでもありがたいこと
他人に出来るだけ迷惑をかけないこと。

今年の目標を達成することが出来た。
366日の中に300日以上勉強を頑張った。

2016年に感謝し、2017年を迎えに行きます。




Selasa, 03 Januari 2017

2017

Happy new year!
Tahun baru kali ini, gw merayakannya dengan sangat berbeda dengan tahun2 sebelumnya. Tahun lalu memang gw gak liat kembang api sama sekali, tapi gw bareng keluarga gw. Tahun ini, gw di asrama, bersama anak2 Indo Jasso yang memang gak bisa dibilang keluarga secara biologis, tapi kita solid bagaikan keluarga (buat kalian kalo baca ini, gw mungkin gak pernah bilang kalian keluarga secara langsung, tapi tanpa sadar, gw merasa nyaman bareng kalian dan betah juga tinggal sama kalian selama 9 bulan and less than three months lagi.)
Ketika jam 12 teng, gw, Aaron, Joevandi, Hiro, dan Aldy pergi ke kuil depan asrama. Di sana, gw pertama kalinya merasakan tahun baru yang hening dan tenang. Cuma terdengar bunyi lonceng yang dibunyikan oleh orang-orang yang sudah selesai berdoa di kuil. Hikmat banget gitu. Biasanya yang disambut dengan kembang api meriah dan sorakan countdown, ternyata dianggap sebagai hal yang sakral di Jepang.
Pertama-tama, kami semua masuk ke kuil dan berbaris untuk berdoa. Saat berdoa orang-orang biasanya menggunakan uang 5 yen untuk dimasukkan ke kotak persembahan. Kenapa 5 yen yang kira-kira cuma setara dengan 500 rupiah? Karena 5 yen atau goen dalam bahasa Jepang memiliki pelafalan yang sama dengan ご縁 yang artinya menyambung (pokoknya arti yang baik) oleh karena itu dengan menggunakan uang 5 yen, orang-orang menganggap bahwa permintaannya akan dikabulkan. Setelah berdoa, kami membunyikan lonceng satu per satu. Setelah itu, kami menerima jeruk. Di halaman depan kuil, papan nama kuburan yang terbuat dari kayu dibakar.  Di depan kobaran api itu, kami memakan jeruk yang diberikan. Kesan saya terhadap tahun yang baru ini adalah hangat dan manis. Semoga sampai akhir tahun ini pun tetap hangat dan manis seperti bagaimana saya memulainya. Amin.


Mulai tahun ini juga, gw menulis 年賀状 (nengajo) atau kartu tahun baru. Awalnya gw gak berencana menulis. Tapi karena temen gw Monica, orang Filipin yang jago banget gambar, menawarkan kepada siapa saja yang tinggal di Jepang nengajo buatan dia, maka gw mendaftarkan diri. Nah dari situ, gw kan harus membalas kartu dari dia, mulailah muncul niat untuk menulis kartu itu. Pada akhirnya gw nulis 27 kartu. 10 buat sensei, 2 buat orang Mitsui, 3 buat orang Jepang kenalan gw, 1 buat Tante Merry, 10 buat senpai, temen dan kouhai ditambah 1 buat diri sendiri. Gw bukannya menyedihkan. Cuma gara-gara pertama kali mau nulis nengajo, gw salah tulis. Jadi daripada gak jadi dikirim, mending gw kirim buat diri sendiri (Y). Gw masih tetap cipe. Kecipean gw tidak lekang oleh waktu. Hehehe
Pelajaran yang didapat dari menulis nengajo : Memang capek, tangan pegal-pegal karena harus menulis alamat dan isi yang kurang lebih sama berkali-kali. Tapi sambil menulis lembar demi lembar, gw jadi memutar ulang kenangan tahun lalu bersama orang tersebut. Di mana orang tersebut banyak membantu gw, meluangkan waktunya buat gw dan juga berbagi suka-duka bersama gw, Dari situ juga, teringat dengan orang lain yang juga berperan mengisi hari-hari gw tahun lalu. Gw yang tadinya cuma berniat menulis 15 kartu, akhirnya jadi 26. Dibalik tangan yang pegal-pegal, gw seperti diingatkan bahwa tahun lalu gw tidak dibiarkan sendiri. Tahun-tahun sebelumnya, waktu gw gak nulis nengajo, di akhir tahun gw gak inget dengan orang-orang yang berjasa buat gw, Cuma memikirkan resolusi tahun baru, apa yang mau dicapai dan membayangkan apa yang akan terjadi. Gw lupa bilang terimakasih dan bersyukur atas kehadiran mereka yang mewarnai hari-hari gw. Sebetulnya masih banyak yang mau gw kirimin nengajo, tapi karena waktu udah sangat mepet dan tangan pegel, gw memutuskan bahwa 26 itu cukup. Semoga akhir tahun ini, gw bisa nulis ke semua orang yang mengisi hari-hari gw.

Tahun lalu gw cuma dapat 2 nengajo. Satu dari orang Mitsui, satu dari kantor pos. LOL. Tahun ini, seperti sabda, "Siapa yang menabur, dia akan menuai." Gw dapat lebih banyak nengajo dong. Biarpun gak sampai 26, gw seneng banget waktu nerima dan baca semuanya satu-satu. Gw sampe beli file khusus untuk nyimpen semuanya.