Tepat pada hari ulang tahun gw yang ke 20, gw mendapat kabar duka dari grup KKIT. Seorang bayi, anak dari anggota KKIT dipanggil Tuhan. Iya, dia bayi yang bahkan belum setahun umurnya. Sejujurnya gw cuma pernah ketemu sekali atau dua kali dengan dedek ini. Pernah beberapa kali waktu dia masih di dalam kandungan mamanya. Tentu saja sama sekali tidak terpikir bahwa dia akan meninggalkan dunia lebih cepat dari kita yang mengenal dia.
Kemarin, gw datang ke ibadat 7 harian mengenang arwahnya. Gw, orang yang gak pintar berkata-kata, bicara dan menempatkan diri, gak bisa ngomong apa-apa waktu ketemu dengan orang tuanya. Tentu saja suasana sedih ada di antara kami yang datang, tapi tak ada air mata saat itu. Tapi, ketika misa akan dimulai, ibu dari sang bayi menghidangkan bubur dan susu di depan foto anaknya. Saat itu juga, air mata gw mulai menetes. Sedih karena gw tau, biasanya gw menghidangkan kue-kue, nasi, lauk di depan foto kakek dan nenek buyut gw yang sudah meninggal. Gw membayangkan perasaan sang ibu yang tak pernah berpikir bahwa dialah yang menghidangkan makanan di depan foto anaknya. Padahal mungkin dulu dia pernah membayangkan kalau anaknya lah yang akan menghidangkan makanan untuk dia kalau dia sudah meninggal. Waktu itu juga sempat terbersit kata-kata yang mungkin dipikirkan sang ibu. "Mama mau nyuapin kamu lagi."
Selamat jalan, Ken Emmanuel Suwandi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar