Tampilkan postingan dengan label Just Share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just Share. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Mei 2019

TED Talk

I'm currently addicted to TED Talk.

Sebelum gw tergila-gila ini, gw udah pernah nonton TED Talk beberapa kali. Baik di pelajaran sekolah, atau karena keinginan sendiri. Alasan utama kenapa gw suka sama TED Talk adalah karena gw bisa mendengar ide-ide dari berbagai macam profesional secara relatif singkat, tapi tetap menginspirasi. Sebelum gw kenal TED talk, gw hampir gak pernah nonton seorang profesional menjelaskan bidangnya. Biasanya yang disorot itu kan presiden, politikus, artis, dan sebagainya terkait dengan kehidupan pribadi mereka. Tapi hampir gak ada kesempatan untuk denger pembicaraan pengusaha sukses, peneliti, penulis buku, dan lainnya kalo bukan di seminar-seminar khusus. Tapi TED ini menyediakan video oleh orang-orang yang sebelumnya jarang disorot, atau bahkan gak pernah dikenal, secara gratis buat ditonton di Youtube dan di Website nya sendiri. Ya, kalian tau lah gw suka yang gratis-gratis.

Hal lain yang bikin gw suka sama TED adalah dia memotivasi gw di saat gw putus asa. Misalnya, waktu gw hampir menyerah belajar basic matematika murni tentang turunan dan integral (mata kuliah wajib nih) yang banyak ngafalin teori-teori matematika ribet yang gw pikir gak akan berguna, gw mencari video tentang teori matematika, yang bisa membangkitkan semangat gw belajar. Dan ketemulah sama video ini:


If you want to tell someone that you will love them forever, you can give them a diamond. But if you want to tell them that you'll love them forever and ever, give them a theorem! However, you'll have to demonstrate, that your love doesn't stay a conjecture.  
Dengan penjelasan yang menarik dan perumpamaan yang bagus, semudah itu gw kembali semangat buat belajar teori matematika.

Biarpun TED ini gak ngajarin detailnya ilmu tersebut, justru itulah kelebihannya. TED Talk ngasih tau kita apa yang menarik dari suatu ilmu/tema. Kalau kita tertarik, kita bisa belajar lebih lanjut dari buku atau media lain. TED adalah sarana untuk mengeksplorasi bidang-bidang yang kita tidak tahu sebelumnya, tanpa harus membaca buku tebal untuk tahu daya tariknya.

Terus di saat gw ngenes (gw emang selalu ngenes sampe sekarang), gw juga menemukan video ini:


Dan gw menjadi yakin, that it's okay to be picky. Mungkin gw masih jomblo karena gw picky (gw gak pernah nolak orang yang nembak gw sih, karena emang gak ada juga), tapi kalo di dunia nyata gw belom nemu jodoh juga sampe umur tertentu, gw ada harapan bisa menemukan jodoh gw suatu saat nanti pakai online dating app. 

Gw udah sadar nih sama bagusnya TED Talk. Tapi gw gak nonton TED Talk tiap hari gara-gara itu. Malahan gw sempet melupakan TED Talk sebagain konten Youtube yang berfaedah. Gw selalu milih nonton Return of Superman dan video-video masak, yang sebenernya gak jelek, tapi ya not really inspiring.  

But honestly, I never forget the way TED motivated me. Suatu hari, Irin, temen kuliah gw, ngajakin jadi staff TEDx di kampus gw. Karena gw suka sama TED Talk dan gw juga pengen melakukan sesuatu di luar belajar, gw ikutan lah jadi Speaker Team Leader. Nah terus, tanggal 27 April lalu, gw bareng sama Irin, Souta dan Kouta, volunteer di acara TEDxOtemachi. Di sana gw cuma sempet nonton sedikit sih, tapi pembicaranya yang live bener-bener menginspirasi. Di situlah gw jadi tambah semangat buat jadi staff TEDxKeioUHiyoshi dan juga tergila-gila sama TED Talk.

Suatu malam setelah TEDxOtemachi, gw lagi gak ada niat sama sekali buat ngerjain tugas yang menumpuk. Lalu gw mencari video TED Talk sebagai pelarian. Tapi masalahnya, video TED Talk udah banyak banget, dan jujur aja gak semuanya bagus dan menginspirasi. Ketika gw pusing mencari TED Talk yang bagus, dan gw memutuskan untuk pakai keyword aja, waktu itu 'math', gw ketemu sama TEDxBandung Sujiwo Tejo. 



Siapa sangka, seorang Sujiwo Tejo dulunya kuliah matematika? Isi TED Talk nya juga ngasih pandangan baru soal matematika yang belum pernah gw denger sebelumnya. Kemudian lanjutlah gw nonton TEDxBandung yang lainnya dan juga TEDxJakarta, kayak Ridwan Kamil, Jubing Kristianto, dll. Setelah nonton itu, gw jadi terharu. Gw mencari TED yang bagus, yang bisa menginspirasi, tapi setelah coba nonton beberapa yang dalam bahasa Inggris, gw gak merasa itu bagus. Tapi ternyata yang gw cari itu ada di negara gw sendiri. Gw semacam diingatkan bahwa gw berasal dari Indonesia, dan Indonesia juga punya potensi yang gak kalah dari negara lain. 

Satu video lagi yang sangat menginspirasi (gw gak punya kata lain haha):



Gw suka banget sama bagian akhir dari video ini, di mana ada kutipan dari Le Petit Prince.
Mata itu buta, harus mencari dengan hati. 
Dengan rasa haru yang belum hilang dari paragraf sebelumnya, kalimat ini seolah-olah ngasih tau gw, "Mau pergi keliling dunia pun, kamu gak akan menemukan yang kamu cari kalau tidak melihat dengan hati. Sesungguhnya, di tanah airmu pun, kamu bisa menemukannya."

Senin, 18 Desember 2017

Seandainya ini dunia matematika...

Seandainya kita hidup di dunia matematika...
Gak ada yang namanya 'judge the book by its cover'
Gak ada juga tuh hoax-hoax di internet
Gak ada juga pertengkaran fisik
Gak ada kalimat yang isinya langsung kesimpulan tanpa alasan
Gak ada juga tuh yang asal-asalan
Semua butuh perhitungan dan bukti

Gak ada lagi pertengkaran mulut yang gak ada habisnya.
Tinggal sediakan kertas dan pensil, tuliskan pendapat masing-masing beserta pembuktiannya secara lengkap, terus saling baca kertasnya deh. Damai, kan?

Kalau suatu masalah gak bisa diselesaikan dengan cara A, masih ada cara B, bisa juga dengan cara C. Yang penting, buktikan dulu kalau caranya benar. Baru dipakai.

Sebab-akibat itu harusnya dijelaskan, kenapa bisa berhubungan. Dan tentu saja, yang paling penting adalah bukti.

Kalau punya pendapat atau teori, tulislah alasan-alasan bahwa pendapat itu benar.
Buktikanlah kalau teori itu benar. Bukan main tulis dan share.
Kalau ada yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, carilah negasinya dan coba buktikan lagi.

Orang yang tidak bisa membuktikan pendapatnya benar, harusnya diam dan berpikir. Entah mencari bukti untuk membenarkan pendapatnya, atau, mencari pendapat yang benar. Sederhana.

Tapi ya, dunia akan lebih boros kertas, pensil, penghapus dan alat tulis lainnya.
Kebotakan juga akan meluas karena kepalanya terlalu sering dipakai untuk berpikir.

Tapi ya udah. Toh ini cuma imajinasi saya.

Dibuat dengan campuran kepusingan saat memikirkan pembuktiaan dalam matematika dan greget melihat banyaknya hoax yang menyebar saat ini.

Minggu, 24 September 2017

Tentang Pernikahan

Nggak... Gw belom mau nikah kok. Tidak sekarang.

Sebagai orang yang lahir dan besar di Indonesia selama 18 tahun awal hidup gw, tentu saja gw sering diceramahin soal pernikahan atau at least mendengar soal itu. Kenapa? Karena Indonesia adalah negara yang mayoritas masyarakatnya berpikir bahwa menikah adalah suatu keharusan dalam hidup. Bisa dibilang itu seperti tujuan hidup yang utama. Dan gw mempercayai ini juga sampai gw pergi ke Jepang tahun 2015. Gw jadi tau, kalo orang gak harus nikah kok. Itu terserah mereka aja. Tapi gw tetep mau nikah! Gw gak mau jadi perawan tua. Tapi yah, bukan soal itu sih yang mau gw bahas.

Beberapa kali gw pergi ke kondangan di Indonesia. Biasanya kondangannya tetangga, temen lama, temen kantor, bos, atau siapanya bokap nyokap gw lah. Baru sekali gw kondangan ke nikahannya temen gw sendiri, yakni Mas Yurio.
Nah, di setiap kondangan-kondangan itu, gw melihat kalo selalu banyak orang yang pengantinnya sendiri gak kenal (bukan yang orang dateng bawa amplop kosong karena mau makan gratis, ya) tapi orang tua mereka kenal. Intinya, di pernikahan itu banyak banget kenalannya ortu yang diundang. Gw emang masih terlalu muda buat nikah, tapi gw udah mikir, karena gw gak suka dengan temen-temen bokap nyokap gw, terutama yang di lingkungan. Sampe-sampe gw mikir kalo gw nikah nanti, gw gak mau ortu gw ngundang temen-temennya banyak-banyak. Gw sampe mikir mau bikin pesta yang gak gede-gedean kayak di ballroom hotel gitu, biar undangannya terbatas.

Tapi, gw kemudian disadarkan oleh Kak Danny. Suatu hari, ketika lagi ngomongin pernikahan gitu, Kak Danny bilang, "Pernikahan itu sebenernya bukan acara kita yang nikah gak sih? Itu tuh acara orang tua kita."Pas ngedengernya, ada yang memberontak dalam diri gw. "Lah ya nggak gitu dong! Kan yang nikah kita! Kenapa jadi acaranya orang tua kita? Kan mereka udah pernah nikah dan punya acara sendiri."

Tapi kemudian gw teringat pengalaman beberapa tahun lalu. Orang tua dari temen sekolah nyokap gw meninggal. Gw inget banget waktu di rumah duka, rameee banget. Dan temen sekolah nyokap gw ini berkumpul sama temen-temen sekolahnya di suatu meja. Mereka gak bicarain soal almarhum om, tapi ya mereka bernostalgia karena emang udah lama banget gak pernah ketemu. Mungkin 20-40 tahun ada kali. Tentu saja karena zaman nyokap gw sekolah dulu, belom ada handphone, internet kayak sekarang gini. Belum dipakai oleh kebanyakan orang maksudnya. Jadi ya ketemuan itu susah banget. Kalo mau tetap uptodate dengan kabar masing-masing, bisanya pake surat.
Tapi tentu saja bukan cuma keterbatasan teknologi yang bikin susah ketemu. Karena masing-masing udah punya kesibukan yang berbeda, gw rasa itulah yang jadi hambatan utama. Nah di sini gw sadar... Di tengah kesibukan itu, yang menahan mereka untuk ketemu satu sama lain, cuma ada dua hal yang bisa mengalahkan kesibukan. Yaitu pernikahan dan kematian. Dua momen yang sangat berbeda, tapi keduanya tidak ingin dilewatkan oleh sebagian besar orang. Saat pernikahan, baik yang menikah adalah teman mereka ataupun anaknya teman mereka, tentunya mereka turut berbahagia berasama temannya. Sementara ketika ada yang dipanggil Tuhan, baik itu teman mereka ataupun orang tua teman mereka, tidakkah mereka ingin mengenang temannya atau menghibur temannya yang sedang bersedih? Tapi ya, semua pastinya menunggu-nunggu pernikahan sebagai ajang untuk bertemu. Mana ada yang berharap ada yang meninggal supaya mereka bisa reuni.

Kesimpulan yang bisa gw ambil adalah, semakin bertambahnya umur seseorang dan ia semakin sibuk dengan kehidupannya, keinginan untuk ketemu dengan teman-teman lamanya tetap ada. Tetapi cuma dua hal yang membuat dia memprioritaskan pertemuan tersebut, yakni pernikahan dan kematian. Gw sebagai seorang anak, yang umurnya masih 20, sepantasnya gw memberikan kesempatan untuk orang tua gw reuni kecil-kecilan dengan teman-temannya di pernikahan gw.

Senin, 18 September 2017

Sedikit cerita

Tepat pada hari ulang tahun gw yang ke 20, gw mendapat kabar duka dari grup KKIT. Seorang bayi, anak dari anggota KKIT dipanggil Tuhan. Iya, dia bayi yang bahkan belum setahun umurnya. Sejujurnya gw cuma pernah ketemu sekali atau dua kali dengan dedek ini. Pernah beberapa kali waktu dia masih di dalam kandungan mamanya. Tentu saja sama sekali tidak terpikir bahwa dia akan meninggalkan dunia lebih cepat dari kita yang mengenal dia.

Kemarin, gw datang ke ibadat 7 harian mengenang arwahnya. Gw, orang yang gak pintar berkata-kata, bicara dan menempatkan diri, gak bisa ngomong apa-apa waktu ketemu dengan orang tuanya. Tentu saja suasana sedih ada di antara kami yang datang, tapi tak ada air mata saat itu. Tapi, ketika misa akan dimulai, ibu dari sang bayi menghidangkan bubur dan susu di depan foto anaknya. Saat itu juga, air mata gw mulai menetes. Sedih karena gw tau, biasanya gw menghidangkan kue-kue, nasi, lauk di depan foto kakek dan nenek buyut gw yang sudah meninggal. Gw membayangkan perasaan sang ibu yang tak pernah berpikir bahwa dialah yang menghidangkan makanan di depan foto anaknya. Padahal mungkin dulu dia pernah membayangkan kalau anaknya lah yang akan menghidangkan makanan untuk dia kalau dia sudah meninggal. Waktu itu juga sempat terbersit kata-kata yang mungkin dipikirkan sang ibu. "Mama mau nyuapin kamu lagi."

Selamat jalan, Ken Emmanuel Suwandi.

Minggu, 14 Mei 2017

Tentang Agama

Suatu hari, ada seorang teman (orang Indonesia) bilang begini,
"Kasihan ya orang Jepang. Mereka nggak mengenal Tuhan, nggak punya agama."

Saya juga orang Indonesia. Saya lahir dan besar di negara yang mewajibkan semua penduduknya punya agama. Tapi setelah lulus SMA, saya pergi ke Jepang, negara yang sebagian besar penduduknya tidak punya agama dan tidak percaya Tuhan. Kemudian, cara pikir saya berubah.
Kalau dulu saat tinggal di Indonesia, saya akan berpendapat sama dengan teman saya. Tapi sekarang, menurut saya, seandainya saya adalah orang Jepang, saya akan bilang begini,

"Kasihan ya orang Indonesia. Mereka percaya Tuhan dan punya agama. Tapi mereka ribut dan bertengkar satu sama lain karena agama mereka."

Minggu, 23 April 2017

What I want to do in the future (only in my imagination though)

Tulisan ini dibuat karena gw enek nulis report pake bahasa Jepang. Gw mau nulis pake bahasa Indonesia!

Sekarang gw adalah murid Keio University. Bapak Ketua Fakultas (?) Science and Engineering bilang gini : "Tulislah yang kalian ingin lakukan. Biarpun keliatannya gak nyambung atau aneh, yang penting tulis!" Karena beliau sendiri menunjukkan tulisan beliau 30 tahun yang lalu ketika mendaftar program Study Abroad. Beliau ingin belajar Material Engineering. Tapi juga mau belajar Aerospace Engineering. Akhir kata, beliau ingin bermain tenis dengan giat. Keliatannya sama sekali gak nyambung kan. Tapi sekarang, ketika beliau sudah menjadi dosen dan juga Ketua Fakultas Science and Engineering di Keio, ternyata tanpa sadar semua keinginannya tercapai. Jadi gw pikir, mungkin ada baiknya gw tulis keinginan gw sekarang. As a time capsule. Oh ternyata gw pernah punya keinginan kayak gini toh...

- Mau punya restoran sendiri atau kalo gak, jadi tante kantin (soalnya di Sanur dan Keio, kantin tuh laku banget. Peluang besar lho)
- Berkontribusi untuk kemajuan industri di Indonesia
- Nulis novel
- Nulis autobiografi
- Dipanggil untuk jadi pembicara di Sanur atau minimal, masuk artikel di internet atau koran dan artikelnya dishare sama Mrs. Yuli, Bu Venty, dan lain-lain.
- Ini impian waktu gw SD-SMP gitu sih : Bangun sekolah dan rumah sakit
- Mendesain rumah tempat tinggal sendiri
- Mendesain baju sendiri
- Jalan-jalan atau kuliah ke Kanada
- Jalan-jalan keliling dunia pake uang sendiri
- Ide Isselin : Jualan kalkulator. Not bad sih, karena ternyata koperasi univ gw jualan kalkulator mahal banget dan tetep laku. Mungkin ini bisa jadi peluang bisnis di masa depan.
- Makan banyak tanpa menggendut
- Nganter temen-temen dari luar negeri untuk jalan-jalan di Indonesia
- Nikah sama my Mr. Darcy (reference from Pride and Prejudice. Cowok yang cool, dingin banget sih sebenernya, tapi sebenernya suka sama Elizabeth. Kalo ala Cinderella kan Prince Charming, kalo ini Mr. Darcy haha) Oke mungkin ini terkesan geli gitu ya, tapi ya pengennya sih di masa depan nikah sama seseorang. Oh iya, pemberkatan nikahnya harus di gereja katedral Jakarta.

Rabu, 03 Agustus 2016

Manusia

Manusia...
Masih adakah?
Sepertinya tidak

Zaman sekarang, tidak ada yang namanya manusia
Adanya wanita, laki-laki atau gay
Adanya Cina, Bule, Jawa
Adanya Muslim, Yahudi, dan lainnya

Sudah seperti barang di toko
Ada labelnya
Ada komposisinya
Ada kemasannya

Punya harga juga
Dilihat darimana?
Ya semua itu tadi

Oh bikinan Amerika
Mengandung unsur 'alergi' tidak?
Wah kemasannya menarik!
Lalu mulailah dihitung harganya

Kenapa?
Pendapat saya aneh?
Lalu mulai mengaitkannya dengan label saya?
Oh pantas, dia Cina, dia perempuan, dia orang Indonesia
Begitu?

Masih adakah yang melihat manusia sebagai 'manusia'?
Ketika mereka berbuat baik atau berbuat jahat
Coba lihat mereka sebagai manusia!
Mereka baik bukan karena ras
Mereka jahat bukan karena agama
Mereka hina bukan karena jenis kelamin
Ya itu karena apa yang mereka perbuat
Sebagai manusia

Penampilan melulu yang dinilai
Salahkah manusia punya mata?
Kita punya mata untuk melihat
Tapi bukan untuk menilai yang dilihat

Karena bukan cuma soal apa yang terlihat
Isi juga penting

Sayangnya
Men'judge' itu hal biasa
Biarpun sudah dibilang jangan
Tanpa sadar tetap melakukan
Kenapa?
Mungkin karena sudah terbiasa
Iya, terbiasa menilai penampilan
Dan juga dijudge

Coba deh
Singkirkan label
Abaikan kemasan
Kenali isinya

Setelah tahu isinya
Ingat dia sebagai isinya
Tak usah hubungkan dengan komposisi
Komposisi sama, isinya bisa jadi berbeda

Perbedaan itu akan selalu ada
Dan tolong, terimalah perbedaan itu
Hidup bukan melulu berlomba-lomba
Komposisi saya lebih baik
Kemasan saya lebih bagus
Bukan

Tidak ada yang tahu kapan kita expired
Ujung hidup ini siapa yang tahu?
Kalau diibaratkan roller coaster
Tiap orang punya rel yang berbeda
Nggak ada yang relnya sama
Kita lahir sendiri, mati juga sendiri bukan?
Nggak tahu relnya habis di mana
Bagaimana caranya supaya kita menikmati roller coaster tersebut?
Bukankah menikmati setiap titiknya?
Mau naik, turun, berputar
Kalau kita kerjanya membandingkan dengan orang lain terus,
Apa jadinya?
Ketika rel kita posisinya di atas mereka, kita menunduk bangga melihat mereka?
Ketika kita di bawah, kita iri melihat ke atas?
Ketika sudah di ujung, barulah kita sadar bahwa kita tidak hidup sepenuhnya?

Untuk yang tidak bisa menerima perbedaan
Maunya kita sama?
Karena anda yang paling benar?
Coba saja tarik roller coaster kami supaya setara
Bukannya susah sendiri?

Hidup bukan tentang benar dan salah
Seperti postulat Einstein
Tidak ada yang benar-benar benar dan tidak ada yang benar-benar salah
Benar dan salah siapa yang menentukan?
Tidakkah manusia itu sendiri?
Siapa yang bilang harus berhenti saat lampu merah?
Bagaimana kalo pendahulu kita membuat lampu hijau sebagai tanda stop?
Itu hal yang nyata
Apalagi hal yang abstrak
Bagaimana caranya kamu tahu kamu yang paling benar?

Komposisi apa ada benar salahnya?
Kentang itu salah, gandum itu benar!
Memangnya kamu siapa bisa seenaknya mengubah keripik kentang jadi roti coklat?!
Keduanya enak kok!
Enak apa adanya
Makanya
Biarkan kripik kentang dan roti coklat jadi dirinya sendiri

Kalau memang tidak cocok dengan rasanya, kan kamu bisa memilih yang lain
Ketidakcocokan pasti ada
Tinggal bagaimana menanggapinya
Mau meninggalkan, atau mau membiasakan diri dengan yang tidak cocok itu
Meninggalkan, berarti membiarkan dia apa adanya tanpa mengganggu
Atau
Mengenali lebih dalam sampai akhirnya terbiasa



By Stephanie
4 Agustus 5.40 Waktu Jepang





Selasa, 31 Mei 2016

山海嘉之先生

Minggu malam...
Kak M tiba-tiba chat dan bilang mau nginep. Gw sebenernya harus mengerjakan essay universitas, tapi sama sekali gak keberatan memberikan tempat menginap buat Kak M. Jujur aja, gw butuh waktu cukup lama buat ngerjain essay ini karena gak punya ide. Gw tuh orang yang gak punya mimpi yang jelas. Tujuan hidup pun belum tau. Jadi, nulis essay kayak gini tuh susahhhh banget buat gw.

Kemudian datanglah Kak M yang sedang mencari universitas buat S2. Kakak ini beda banget sama gw. Dia punya mimpi yang mulia. Dan tujuannya juga jelas. Gw sampe terkagum-kagum dengernya. Lalu Kakak ini cerita tentang obrolan dia dengan seorang dosen lewat skype. Ceritanya lumayan panjang, tapi ya gw gak bisa tulis di sini ya. Karena menurut gw itu privasi. Tapi gw jadi tau, ada orang sehebat dosen ini. Beliau adalah Sankai Yoshiyuki. Itu Wikipedia bahasa Jepang, btw. Hahaha soalnya yang bahasa Inggris kurang lengkap. Tapi coba aja search di Google tentang Beliau dan prestasinya. Gw gak nyangka kalau ternyata teknologi sudah semaju ini. Dan ada orang sehebat penemu-penemu jaman dulu yang hidup di masa sekarang. Ditambah lagi, mendengar cerita senpai gw, orangnya baik banget, mau meluangkan waktu untuk ngobrol dengan calon muridnya, bahkan sampai ngasih nasihat yang personal.

Lanjut lagi, Kak M juga cerita tentang gimana dia tertarik sama penelitian Beliau dan apa pendapat dia terhadap penelitian tersebut. Luar biasa. Gw hampir gak bisa menanggapi omongan si Kakak. Apa yang Kak M ini tulis di essay dia buat jadi murid Sankai Sensei bener-bener dari hati dan jelas. Visinya dan semangat dia untuk bergabung dalam penelitian ini keren banget. Lebih keren lagi karena itu semua kenyataan. Beda sama gw yang karena gak jelas arah hidupnya kemana, trus mengarang essay. Gw juga pengen bisa nulis essay sebagus itu. Essay yang jujur dari hati, menggambarkan kemauan gw buat masuk universitas itu dan belajar.

Minggu, 06 Desember 2015

日本語の練習 2 (๑•̀ㅂ•́)و✧

スルティ先生へ

先生お久しぶりです。私を覚えていらっしゃいますか。今年卒業いたしました学生のステファニーです。

先生はお元気ですか。今私は日本におります。先生が恋しいです。ぜひ先生に教えていただきたいです。

『なまけて、ごうまんではいけません。』と先生がいつもおっしゃいました。私は先生のおっしゃったことを忘れられません。

先生が日本の東京へいらっしゃったら、おっしゃってください。私は先生にラーメンを召し上がってみて、東京タワーをごらんになっていただきたいです。

ところで、新しい学生についてどう思われますか。私のようにおしゃべりですか。

それでは、私の手紙は終わりです。この手紙を読んでいただいて、ありがとうございます。いつかお目にかかりたいです。



日本人の知らない日本語

『日本人の知らない日本語』というばんぐみが2010年にほうそうされました。エピソードが12あります。

春子さんは高校の先生になりたかったが、今は店員になりました。それで、高校の時の先生が春子さんに先生になるために日本語を教えたらどうですかと聞きました。留学生が九人いました。みんな面白い人でした。しかし、いつもめいわくをかけました。春子さんもそそっかしい人でした。

かくエピソードで春子さんは一人の留学生を手伝ってあげました。時々他の先生方も手伝ってあげました。

『日本人の知らない日本語』はこっけいですが、日本語を勉強することができると思います。けいごや新しい言葉などを習えます。時間があったら、見てみてください。



今週の料理

今週私の料理は全部不味かったです。最初、月曜日にマルタバックマニスという料理を作ってみました。でも本当に失敗しました。私は少ししか食べなかったのに、すぐ気持ちが悪くなりました。それを食べて、後悔しました。

次はマルタバックテルルでした。それもイメージのようではありませんでした。

最後はキッシュでした。キッシュを作るのは今日が三回目でした。一回目と二回目は美味しかったです。しかし今日のキッシュは失敗しました。キッシュが失敗して、私を悲しませました。だから今日の晩ご飯はすき家で食事をしました。

来週私は料理を作らないつもりです。つまらないですから。



楽しかった週末

土曜日に私はともさんの友達と一緒にテニスをしました。二時間ぐらいテニスをして、疲れました。汗をかきましたが、さわやかでした。私はテニスが好きですけど、インドネシアであまりしたことがありませんでした。テニスコート代が高かったから、両親は私に他のスポーツをさせました。しかし、テニスは最も好きなスポーツです。

今日は11月29日で、日曜日です。クリスマスバザーに参加しました。インドネシアの売店ではルンピアとナシクニンという食べ物を売りました。私はルンピアを作って手伝いました。とても楽しかったです。台所で、ルンピアを作りながらゴシップを話したり、冗談を言ったりしました。新しい友達に会って、嬉しかったです。

今日はいい経験でした。来年のクリスマスバザーにもきっと参加します。お疲れさまでした。



冬休みの予定

今度の冬休みに私の家族は日本に来ます。父と母と兄と弟です。

私はいろいろな場所へ連れて行ってあげるつもりです。日本の有名な場所には、秋葉原や渋谷などがあるので、そこへ連れて行くつもりです。

他に私は美味しい食べ物をごちそうしたいです。ラーメンとかすしとか食べさせてあげたいです。インドネシアにもありますけど、味がまったく違います。

私の家族が来る前に友達とぜひスキーをやってみたいです。だから冬休みを楽しみにしています。しかし、トーフル試験のために私は勉強しなければなりません。2週間でいろいろできたらいいと思います。


Rabu, 25 November 2015

日本語の練習 1 (๑•̀ㅁ•́๑)✧

トマトが大好きだった!
小さい時、私はトマトが大好きでした。どうして好きだったか分かりません。でも、このことから、私はトマトを盗みました。

1,2歳で私の家族が旅行に行った時、トマト売り場を通りました。私は抱っこされて、トマトを二個取りました。それから店員は私の家族を追って、お金を払わせました。

私はまだ小さかったから、何も分かりませんでした。美味しいトマトを食べるのが一番大切でした。



お姫さまになりたい!
お姫さまになることは私の夢です。それはすべての女の子の夢ではないでしょうか。今私は子供ではないのに、ぜひお姫さまになりたいです。毎日きれいな服を着たり、美味しい食べ物を食べたり、人々にそんちょうされたりしたいです。

しかし本当のお姫さまにならなくてもいいです。実はお姫さまの姿勢が必要です。優しくて、しとやかで、上品な人になりたいです。それで十分だと思います。他のことは二番目に欲しいことです。


誰かをにくむことについて
誰かをにくんだことがありますか。もちろんあるでしょう。私もあります。

その人はうるさくて、めいわくな人でした。彼に会ったら、すぐ怒りたかったです。彼の顔を見たくなくて、彼の声も聞きたくなかったです。でもそんなことは避けられませんでした。

昨日私は彼と二人で外食に行きました。いろいろなことを話したら、彼はあまりめいわくな人ではありませんでした。それで私の気分は良くなりました。平和で、ほっとしました。

人をにくむのは良くなくて、何にもなりません。気分が悪くて、心もくるしいです。その人のすることはいつも良くないと思いました。そのことが私の思考をみたしました。だんだんストレスになりました。

今彼をにくみません。みんなは必ず短所を持っているので、我慢しなければなりません。

Senin, 05 Oktober 2015

Hello from Japan!

Gw udah di Jepang sejak tanggal 24 September. Terus gw betah di sini hahaha. Makanannya enak-enak dan cowoknya ganteng-ganteng ternyata hahahahaha.

Sampai saat ini gw masih agak nganggur. Hari Kamis baru mulai belajar. Tadi ada placement test gitu, semoga gw dapet kelas yang sesuai kemampuan gw tapi gak malu-maluin ya. Lol, banyak maunya.
Selama gw nganggur ini, gw punya satu tujuan, yaitu mengumpulkan memori bahagia. Hal-hal yang bikin gw bahagia, gw catet di satu buku. Rencananya, di saat gw sedih dan putus asa, gw akan baca buku itu dan gw jadi semangat lagi, deh. Buku itu adalah buku yang sama dengan buku yang isinya tulisan "Stephanie pasti bisa" dari temen-temen dan guru gw. Biar jadi satu paket gitu hahaha.

Gw pergi ke Jepang naik pesawat ANA. Itu pesawat mahal banget ternyata. Kelas yang Premium Economy, bisa 30 jutaan sekali jalan. Gw beruntung banget bisa naik pesawat ini dan dibayarin Mitsui. Dapet gratisan masuk ke Lounge juga lho. Hahahaha. Oh iya, setelah turun dari pesawat, gw dijemput sama Inoue-san, yang akan menjadi 'bapak angkat' gw di sini. Gw kira kita akan naik taksi ke asrama. Emang taksi sih. Tapi Alphard, coy! Bedeehhhh.... gw berasa orang kaya deh. Naik pesawat mahal, naik Alphard. HAHAHA OMG, mimpi apa gw. Dalam waktu sehari, dua hal di bucket list gw bisa tercapai. Mitsui gak cuma mewujudkan mimpi gw untuk belajar ke luar negeri, tapi juga mimpi-mimpi lainnya. Gw harus rajin belajar di sini! Bener-bener kerja keras. Gak boleh santai-santai doang!

Terus, gw lagi jatuh cinta gitu deh. Deg-degan sendiri. Panas dingin. Hahahaha Tau gak gw jatuh cinta sama apa? Sama ini, nih :
Liat deh keren banget kan warnanya!!! OMG GW JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA!!! 
Awalnya gw tau iPhone 6s Rose Gold ini dari ask.fm nya Audrey Teguh. Jadi ada answernya dia yang ngasih liat gambar iPhone 6s Rose Gold ini. Terus gw suka banget kan ya sama warnanya... Tapi apa daya, ya. iPhone bukan level gw hahaha. 
Duh, gw makin jatuh cinta nih. Gimana, ya... Pas di toko HP dan dia dipajang, gw sempet megang dia, gw elus-elus gitu. Halussss banget. Gw sampe keringet dingin gitu deh.

OH IYA! Tapiiii... Karena Entep ada di Jepang dan mendapatkan beasiswa, di sini sistemnya tuh beli HP ke provider jadi sambil nyicil HP nya, sambil langganan internet. Nah, orang providernya dateng ke asrama dan promosi gitu. DAN pilihan yang mereka tawarkan memang iPhone! Ada 6 sama 6s dan plus juga. Selain itu cuma ada Samsung Galaxy S6 Edge. YA JELAS GW MAKIN PENGEN PUNYA SI ROSE GOLD DONG YA. Gw merasa ini kesempatan yang belom tentu gw dapetin lagi. Makanya gw HARUS punya. Tapi... sedihnya karena dia sangat laku, gw harus nunggu 2-3 minggu. Sebenernya gw takut gak jadi punya HP ini. Soalnya gw kayak ngebooking gitu di internet melalui orang provider dan bakal dikasih tau lewat email kalo barangnya udah ada. Gw merasa ini agak meragukan gitu. Tapi mau bagaimana lagi... Cinta butuh penantian haha... ._.

See you next time, blog!

Btw, di pertemuan Mitsui bulan Oktober (2 Oktober), gw bertemu dengan Nakano sensei. Beliau adalah salah satu orang yang mewawancara gw. Terus ini percakapan yang terjadi :
S : I remember you
N : I also remember you
S : Why do you remember me?
N : That's why you are here! Because I remember you!
S : (kepo) What made me different?
N : Hmmm... what made you different... It's your atmosphere
D : Cheerful?
N : Yes
D : Bright?
N : Yes
D : Akarui?
N : Yes

D adalah Danny senpai. Orangnya baik banget dan lucu juga hahaha. Terus unyu banget sama ceweknya. Oke ini gak penting. Wkwk

Gw seneng dibilang ceria dan terang gitu hahahaha dan tentu saja seneng karena gw tau salah satu alasan gw diterima. Eh, bukan alasan ya. Faktor yang mempengaruhi kali ya. :D Hehehe

Semoga gw bisa terus ceria seperti yang dilihat para interviewer saat itu.

Senin, 21 September 2015

Between stress and random things

Okay, I'm stress. Gw stress karena dalam hitungan hari akan pergi ke Jepang buat belajar. Gw baru mulai stress kira-kira H-14 lah ya. Trus makin lama makin tinggi tingkat stressnya. Semalem gw sampe gak bisa tidur. Semoga dengan nge-blog semua yang ada di pikiran gw, gw jadi gak stress lagi.

1. Youtube
Beberapa bulan terakhir ini, gw kecanduan nonton video-video di Youtube. Dulu gw cuma nonton videonya Raditya Dika doang. Tapi sejak gw tau Lastday Production dari Jopit, gw jadi ketagihan nonton video-video lucu kayak Wah!Banana, Eden Ang, Kevin Anggara, Jian Hao Tan, Naomi Neo, Ryan Higa, Chandraliow, Skinnyindonesian24, dan kawan-kawannya. Bermula dari LDP, lalu gw tergoda untuk nonton video-video youtuber lainnya, dan jadilah gw gak berhenti nonton sampe sekarang. Ya sebenernya sih gak semua video mereka gw tonton. Kayak Chandraliow gitu, gw cuma nonton kompilasi video instagramnya doang. Trus yang udah mulai jarang update juga gw unsubscribe. Tapi tetep aja. Waktu gw banyak tersita untuk nonton video-video ini. Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba gw pengeeennnn banget nonton short movie gitu. Dan yah gw nonton macem-macem deh. Semoga kecanduan ini bisa agak sembuh ya. Karena biarpun menghibur, waktu gw yang bisa dipake untuk hal lain jadi kebuang untuk hiburan.

2. Kelas Internasional
Acara ini ada di Net. Awalnya gw nonton cuplikannya di TV dan langsung merasa acara ini menarik BANGET. Selain unik dan lumayan lucu, gw merasa, kelas bahasa gw di Jepang nanti bakal kayak gini juga. Cuma bedanya pake bahasa Jepang. Tapiiii... setelah gw liat-liat, ternyata sitcom ini 'terinspirasi' dari sitcom 'Mind Your Language' yang tayang tahun 70-an. Nggak, gw bukannya lahir tahun 70-an. Gw baca komentar di videonya Kelas Internasional di Youtube (lagi). Hahahaha. Ada komentar yang bilang, "Gak original, cuma meniru, dsb." walau memang fakta, ya. Tapi menurut gw sendiri, meskipun meniru, acara ini tetep beda. Karena asal muridnya beda-beda. Di MYL gak ada yang dari Korea, Australia, Nigeria, Colombia, Brazil. Adanya dari Yunani, Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, Pakistan. Yang ada di dua-duanya cuma India, Jepang dan Cina. Lagipula, jokes-nya juga pasti beda dong. Gak mungkin sama persislah. Makanya gw sangat mendukung acara ini. Seenggaknya tontonan ini lebih baik daripada sinetron-sinetron yang gak selesai-selesai dan jujur aja, jalan ceritanya terlalu berliku. Lagipula, di acara ini kita bisa sedikit-sedikit belajar tentang budaya negara lain. Ya meskipun stereotype-nya banyak juga. Tapi stereotype yang kayak gitu justru bikin lucu juga. Tadinya gw pikir pemainnya bener-bener orang biasa yang gak pernah akting. Tapi ternyata beberapa udah berpengalaman kayak Kotaro (Nobuyuki Suzuki) dan Lee (Lee Jeong Hoon). Lebih keren aja gitu kalo ternyata mereka semua bener-bener orang asing yang tinggal di Indonesia dan punya profesi di bidang lain.

3. 18 dan koper
Iya, gw udah 18 tahun. Tapi gw gak seneng-seneng amat karena menurut gw umur 17 tahun itu lagi cantik-cantiknya. Jadi setelah itu udah gak cantik deh. Dan tahun ini juga, yang ngucapin dikit banget. Ya karena udah gak sekolah kali ya. Gw kesel juga karena beberapa orang yang gw tunggu-tunggu malah belom ngucapin di tanggal 14 itu. Trus si Isselin bisa-bisanya salah inget ultah gw. Dia ingetnya tanggal 15. Pinter banget kan. Btw, sejujurnya, lebih banyak yang ngucapin tanggal 15 daripada tanggal 14. Sebenernya gw ultah kapan, ya... Haft.
Di umur yang ke-18 ini, resolusi gw adalah : Mengurangi kepo terhadap kehidupan orang lain. Gw mau mengurangi nge-stalk orang. Terutama VW, JF, dan lain-lain yang ask.fm nya sering gw buka, biarpun gak nge-ask. Kalo dipikir, banyak orang yang hidupnya gak bahagia atau nggak puas. Mungkin salah satu faktornya adalah suka ikut campur hidup orang lain. Kalau kalian buka ask.fm orang yang hidupnya agak berliku, contohnya. Berapa banyak anon-anon yang memberikan nasihat atau bahkan menghina dan memojokkan sang empunya ask.fm? Maksud gw, dia seniat itu ambil bagian dalam hidup orang lain, dan bukannya ngurusin hidupnya sendiri. Mereka tuh perhatian banget gitu. Ngasih pendapat soal ini itu, ngebelain yang punya ask.fm, atau ngatain atau curhat atau menjelekkan orang lain lagi bahkan sampe bikin fake account segala. Apakah hidupnya sendiri gak perlu diurusin gitu? Hahahaha... apakah dia gak butuh waktu untuk hal lain yang lebih penting? Ya itu sih terserah mereka. Tapi menurut gw, "Salah satu alasan kita tidak bahagia, mungkin karena kita terlalu ikut campur hidup orang lain, dan tidak fokus pada hidup kita." Ini bukan berarti egois, lho. Tapi memberikan privasi pada orang lain.
Oh terus, kalo tahun lalu orang-orang pada ngasih gw ransel (3) karena menganggap ransel gw udh jelek, padahal masih bisa dipake dan sebetulnya gw punya ransel lain selain ransel itu tapi mereka gak tau kali ya. Tahun ini pada ngasih gw sarung tangan. Biarpun hadiah yang gw dapet tahun ini (sampai detik ini) cuma tiga, tiga-tiganya ngasih sarung tangan. Dua diantaranya ngasih syal dan satu lagi ngasih topi rajutan. Perlengkapan musim dingin lah pokoknya.
Btw, hadiah dari ortu gw adalah koper. Dua buah koper yang jadi modal gw buat pergi ke Jepang. Hahahahaha Koper ini panjang ceritanya. Jadi, gw udah punya 1 koper yang gedeeee banget. 32 inch kali ya. Kayak TV aja. Tapi, karena gw naik pesawat ANA yang ngasih bagasi 2 koper tapi panjang+lebar+tinggi koper maksimal 158 cm, koper itu gak bisa dibawa karena ukuran dia 166 cm. Agak nyesek sih. Lanjut lah... Gw beli 1 koper 28 inch di Lotus. Sampe bawa meteran segala tuh. Itu aja muter-muter tiga mall dulu. Model koper ternyata udah macem-macem gitu. Yang bahannya plastik keras, bisa ditekuk, yang ritsletingnya anti maling (dobel), yang ritsletingnya dibalik, dll. Akhirnya milih beli di Lotus karena harganya paling lumayan. Gw beli yang bahannya kain karena kalo plastik pasti bakal lecet. Terus koper ini ritsletingnya dobel gitu, jadi gak bisa dibongkar paksa pake bolpen (semoga!). Nah, udah oke dengan koper ini, gw punya koper lain yang ukurannya 25/26 inch gitu. Lalu ditambahin sarung plastik di Lofty sama bokap gw. Eh, gak taunya, ritsleting nya tiba-tiba rusak! Gak tau kenapa, tiba-tiba aja gitu. Akhirnya gw beli satu lagi yang ukuran 24 inch, bahannya plastik, warna pink, ritsletingnya dibalik gitu, biar gk bisa dibongkar pake bolpen juga. Hahahaha model-model koper jadi punya semua. Padahal milihnya aja lamaaaa banget. Karena nyari harga yang oke, tentunya. Jadilah 2 koper ini gw bawa.
Rencananya gw mau bawa 1 ransel dan 1 koper kecil (lagi). Terus temen gw, David, bilang, "Tangan lw kan cuma 2. Gimana caranya mau bawa 3 koper?" Gw baru mikir... Iya juga, ya... HAHAHA. Akhirnya koper kecil itu diganti sama satu tas kain, biar bisa ditaro di atas koper lain pas lagi dibawa. Sebenernya gw gak yakin juga boleh bawa 2 barang di kabin. Karena di web tulisannya cuma boleh bawa 1. Semoga aja boleh ya. Karena isinya adalah oleh-oleh untuk Inoue-san dan senpai-senpai ku. ;;)

4. Gw tidak belajar selama liburan ini :'(
Iya, gw baru nyesel gitu ceritanya. Biarpun rencananya gw mau nulis catatan harian, belajar kanji dan review pelajaran tiap hari, I ended up on my bed, watched funny videos on Youtube, played the Sims 4 and Harvest Moon until my mother arrived at home (7 PM) and it's dinner time. I think I'm becoming fatter (again). Baru berapa hari ini gw buka-buka buku kanji dan nulis ulang di buku kotak-kotak. :'( Padahal nanti bakalan ada tes penempatan. Ya gw bukannya berharap dapet kelas yang levelnya paling tinggi. Gw pengennya dapet kelas yang bener-bener sesuai kemampuan gw. Sayang aja gitu 1 bulan intensif belajar bahasa di UNSADA sama Hidee sensei dan Sumiko sensei tapi nggak masuk ke otak. Rencananya, gw akan meluangkan waktu gw, 30 menit setelah bangun tidur dan 30 menit sebelum tidur untuk mengerjakan latihan kanji. Oh iya... Selama liburan ini gw juga gak latihan pidato... Padahal besok gw bakal pidato... OH NO! Oke, abis ini gw bakalan latihan kok. Abis post ini selesai.

5.  Makan-makan sama keluarga besar
Kemarin gw makan di Kwetiaw Singapore Spring Hill sama keluarga besar. Ceritanya untuk merayakan keberangkatan gw, ultah gw dan Bryan, sepupu gw. Gw seneng banget deh, karena keluarga gw agak jarang ngumpul gitu. Belom tentu sebulan sekali lah. Apalagi sama keluarga yang dari bokap gw. Biarpun ini belum lengkap, tapi lebih lengkap dari biasanya. Gw semakin baper deh. Makin gak rela untuk pergi. Ini foto kami :
Sayang belakangnya terlalu terang, bokap gw jadi gak kliatan.

6. Ramah tamah nanti malam a.k.a. Makan-makan
Tadinya nyokap bokap gw mau bikin Misa syukur, tapi gw menolak mentah-mentah karena yang diundang adalah orang lingkungan. Dan gw gak merasa nyaman dengan mereka. Biarpun bokap gw minta doa ke mereka supaya gw dapet beasiswa, gw gak merasa berhutang sama mereka karena budaya kita adalah meng'iya'kan orang yang minta doa ke kita tanpa benar-benar berdoa. Oke, mungkin ada yang bener-bener mendoakan, tapi berapa banyak sih? Sisanya ya yang bilang, "Iya, nanti didoakan." lalu melanjutkan hidup mereka tanpa pernah benar-benar mendoakan. Lagian gw gak suka sama satu tante yang suka maksa orang. Dia maksain apa yang menurut dia baik, padahal belom tentu baik untuk orang lain. Iya gw tau gw jahat.
Selain itu, temen-temen gw pada gak bisa dateng karena udah pada pergi semua. Kalaupun ada yang di Jakarta, mana mau dia ke Bekasi? Sejauh ini yang mungkin bisa ikut nanti malam cuma 2 orang. Gak tau mereka jadi dateng apa nggak.
Akhirnya, berhubung hari ini ulang tahun pernikahan bokap nyokap gw yang ke-24, ramah tamahnya sekalian gitu. Gw gak suka kalo dibilang 'Ramah tamah sebagai ucapan syukur atas ulang tahun pernikahan ke-24 dan beasiswa yang diterima Stephanie' atau 'Ramah tamah sebagai ucapan syukur atas 24 tahun pernikahan kami dan terimakasih atas doa blablabla Stephanie blablabla"
Gw jauh lebih suka kalo bokap gw bilangnya, "Ramah tamah atas perayaan ulang tahun pernikahan ke-24 saya dan istri saya. Selain itu, kami juga diberikan hadiah yang luar biasa yakni anak kami bisa memperoleh beasiswa ke Jepang." seperti yang bokap gw bilang ke Romo hari Sabtu lalu. Mungkin menurut kalian gak ada bedanya, tapi mendengar kata 'hadiah' itu sangat membanggakan untuk gw. Karena gw gak pernah ngasih hadiah ulang tahun pernikahan ke bokap nyokap gw. Dan beasiswa ini, tanpa sengaja menjadi hadiah untuk mereka.

7. Hadiah untuk sahabat gw yang berulang tahun, tapi dia ada di Singapur
Gw sayang sama semua sahabat gw. Dan yang satu ini, gw udah tau mau ngasih dia apa, dan gw udah beli juga. Rencananya gw mau ngasih lewat sahabat gw yang lain trus baru dia kasih ke sahabat yang ultah. Tapi ternyata mereka jarang ketemu dan tempat tinggal mereka berjauhan. Gw merasa ngerepotin banget. Selain itu, sahabat gw yang satu ini juga mau ultah. Tapi gw belum tau mau ngasih hadiah apa. Bener-bener gak ada ide sama sekali. Gw merasa gak enak kalo nitip ke dia tapi gak ngasih dia kado ultah juga. Pusing :'

8. Nganggur selama liburan?
Iya gw nganggur. Tapi gw tetep punya kerjaan, yaitu ngasih kenang-kenangan untuk beberapa orang yang berjasa untuk gw. Gw menggambar wajah orang-orang tersebut dan membingkainya. Kenang-kenangan ini terinspirasi dari pengalaman gw mengajar Fashion Design di Sanur untuk 1 pertemuan. Gw pikir, "Oh iya, ya. Gw kan pernah belajar gambar wajah pas FD, ini bakal jadi kenang-kenangan yang oke banget nih." Jadilah gw menggambar Elke dan Tante Paulina, Chrisanti sensei, Sumiko sensei, Hidee sensei, Katsunishi san dan Ibu Mariana. Semua gambar sudah jadi dan empat diantaranya sudah diberikan juga, kecuali punya Ibu Mariana. Gw udah coba gambar Ibu Mariana, tapi mood gw udah bukan di gambar. Jadinya itu gambar gak mirip sama sekali. Gambar Elke sama Tante Paulina juga gak mirip-mirip banget. Tapi yang ini lebih parah. Gw udah gak niat untuk gambar ulang sebenernya. Gw kalo gambar tuh tergantung mood. Gak bisa setiap saat. Haduh bingunggg... Udah gitu nyokap gw juga minta digambarin. Gimana dong????

Btw, ini dia hasil karya gw :













Foto yang lain ada di hp. Gw males mindahinnya.

Ini foto aslinya :



















Mirip nggak? Hehehe
Btw, gw juga kasih pembatas buku untuk Hidee sensei, Sumiko sensei dan Chrisanti sensei
Hasil karya pergamano yang keren banget! Sebenernya gw kepengen ikut pergamano juga dulu. Dan rada nyesel karena gak bisa bikin beginian. Tapi kalo gw bisa bikin ini, gw gak bisa gambar sensei2 gw. Hahaha

Okelah, segini aja postnya. Kayaknya udah panjang. Bye.

Jumat, 24 April 2015

Sonder


Sabtu, 21 Februari 2015

Chubby Cheeks!

Chubby cheeks atau pipi tembem sangat terkenal di kalangan cewek-cewek. Gw gak tau sih kenapa gw ngetik kalimat pertama tadi... ._. Hahahahaha efek nulis esai, nih. Pake kalimat pengantar dulu.

Langsung aja ya :
Banyak cewek yang zaman sekarang suka shading pipinya gitu, biar keliatan tirus. Terutama cewek-cewek yang chubby atau tembem. Gw sih sebenernya gak chubby tapi... umm... agak bulet aja gitu mukanya. Iya, deh tembem. Nah berikut ini contoh pipi yang di - shading :




Gw tau lah kalo pipi bisa di-shading, gw kan gaul. Tapi gw tetep aja gak bisa shading pipi gw sendiri. Pernah gw coba shading pake eye shadow coklat (di tangan gw, semua benda jadi multifungsi). Hasilnya? Kayak ada bekas luka gitu di pipi gw. Haft... Harus belajar make up nih.

Jadi, sebenernya gw nulis post ini karena gw nonton film dari G. E. T. Production, yang salah satunya adalah Elvira. Nah, di film singkat yang berjudul 'Puas?' ini, ada scene di mana Diandra (Michelle Tumewu) lagi men-shading pipinya. Lalu, karena kemarin baru aja sin cia, dan gw ketemu sama saudaranya oma gw yang udah tua dan kurus, gw mengambil sebuah kesimpulan.

Sekarang kita ingin menutupi pipi kita yang berisi dan tembem, tapi ketika kita tua nanti dan pipi kita menjadi tirus, kita akan merindukan our chubby cheeks. Lihat, kan, bagaimana sebelumnya kita tidak menyukai suatu hal, tapi suatu saat nanti kita akan merindukannya.

That's it.

Sabtu, 31 Januari 2015

Positive Blog!

Beberapa bulan yang lalu, gw baca sebuah blog yang sebenernya gw males baca, tapi gw penasaran aja sama kehidupan sang empunya blog. Lalu gw bete, karena isi blognya selama kurang lebih tiga tahun terakhir, selalu negatif. Selalu isinya keluhan-keluhan, kegalauan, pasrah, rendah diri, dan lain-lain. Ya gw tau, hidup gak selamanya seneng dan di atas. Tapi hei! Blog ini yang akan menyimpan kenangan-kenangan tentang kehidupan lw saat ini untuk dilihat kembali di masa depan. Blog lw juga kan dibaca orang lain, yang bisa aja, mungkin kayak gw, gampang terpengaruh emosinya setelah baca. Tulisan-tulisan yang gw baca itu nusuk bangettt, bikin gw putus asa dan males hidup. Mungkin terdengar lebay, tapi emang iya. Makanya gw gak mau buka lagi blog itu. At least, tulislah hal-hal yang menghibur, yang menyemangati diri lw sendiri, solusi dari masalah lw atau apalah yang optimis.

Hidup gw juga ada naik turunnya, ada masa-masa di mana gw sedih dan kesel sama diri gw sendiri, tapi gw pikir, 10 tahun lagi, gw gak mau inget masa-masa sedih kayak gitu. Yang mau gw rajut adalah kenangan kebahagiaan. Yang nggak menyenangkan cukup jadi pengalaman dan pelajaran aja. Gw berusaha untuk menunda menulis hal-hal yang bikin gw takut, sedih, dan marah sampai gw mendapat penghiburan dari hal-hal itu. Setidaknya, di akhir post itu nanti, pembaca blog gw (kalo ada) nggak bakalan ikutan sedih, marah ataupun takut kayak apa yang gw alami.
 
To everyone out there :
INGET! Blog lw bukan buat lw sendiri, ada orang lain yang baca. Jadiiiiii.... tolong ya, siapapun yang punya blog atau berencana bikin blog, isilah dengan post yang memotivasi. Makasih.

Rabu, 31 Desember 2014

Recommended film



Sebelum libur, gw sibuk minta-minta film ke Ming dan Yuka. Rencananya buat ditonton pas libur. Eh, gak taunya gw tonton sebelum libur dan sekarang semuanya udah gw tonton. Tapi yang mau gw kasih tau adalah beberapa film yang harus banget ditonton. Maaf aja ya kalo gw ketinggalan zaman hahaha...

1. Pride and Prejudice
Mr. Darcy yang cool + adegan unyu pas ujan = gw UP parah... 


2. Pitch Perfect
Acapellanya keren dan lagu-lagunya juga enak. Selain itu, Mei tahun depan Pitch Perfect 2 bakal keluar! Setelah nonton ini, gw sedih karena gw gak bisa nyanyi. :'( Huaaaa kalo suara gw bagus, gw bisa nyanyi kayak mereka... 


3. Now you see me
Selain karena gw suka liat sulap, jalan cerita film ini gak gampang ditebak, makanya gw suka. Bikin penasaran gitu deh nontonnya. 


4. If I stay
Gw baru pinjem DVD-nya ke Elke dan udah nonton. Meskipun gw gak terlalu suka alat music cello, menurut gw ceritanya lumayan bagus. Alurnya kayak film Cinta Pertama, flashback gitu. Gw hampir nangis pas adegan yang kakeknya Mia nemenin dia di rumah sakit.


5. Sherlock Holmes (BBC)
Di mata gw, cowok pinter = keren. Makanya, Sherlock keren banget, apalagi Benedict Cumberbatch aktingnya bagus banget. Super recommended. 

6. How I Met Your Mother
TV series yang satu ini pas banget buat ditonton pas libur karena terdiri dari 215 atau 216 episode kalo gak salah. Gw sendiri baru nonton season 8 sama season 9. Bahkan season 1-7 belom gw tonton. Tapi itu emang beneran bagus. Gak cuma lucu, tapi juga romantis. Yang paling gw suka adalah kata-kata Barney pas dia punya anak.
"You are the love of my life. Everything I have and everything I am is all yours. Forever."

One day, I'll say it to my future husband. Or maybe I'll use it as my wedding vow. We are going to be a legen.. wait for it... dary couple!



Yang mengherankan, Barney Stinson, yang merupakan playboy, diperankan oleh gay. Wow sama sekali gak keliatan gay-nya lho.

Segitu aja, ya. Semoga bisa mengisi liburan berikutnya.


Sabtu, 13 Desember 2014

Bersyukur menjadi seorang jomblo



Gw jomblo dan gw bahagia. Pernyataan itu bukan omong kosong. Bukan pembelaan diri atas status gw dan juga bukan suatu cara untuk menghibur diri gw sendiri. Sebelum ini gw sedih karena gw gak punya pacar. Kehidupan gw di sekolah beda banget deh sama FTV atau sinetron-sinetron kayak GGS gitu yang ke sekolah -> pacaran -> pulang -> pacaran lagi. Kehidupan sekolah gw ya -> Bangun jam setengah 5 pagi -> ke sekolah -> belajar -> pulang -> ngerjain PR buat besok -> belajar buat ulangan besok -> tidur. Kalo lagi nggak ada PR atau ulangan apa pun, ya bikin Paper. 

Sabtu Minggu juga gak terlalu beda. Meskipun Sabtu pulang lebih cepet, gw udah ada jadwal malem mingguan, makan bareng koko gw. Makan sekeluarga gitu maksudnya, secara koko gw nge-kos di Jakarta. Nah, waktu kosong gw tinggal Minggu, itu juga kalo Seninnya gak ada ulangan atau PR. Sama sekali gak ada waktu buat nyari pacar apalagi pacaran.

Tapi, suatu hari gw dikasih tau sama temen sejemputan gw, Venna tentang seseorang yang seumuran sama kita dan sekarang dia lagi hamil. Gw kan penasaran, jadi gw stalk ask.fm nya dia. Setelah gw scroll sampe bawah dan gw baca semua answer (gw emang terlalu niat), gw menyimpulkan beberapa hal.
1    1. Cewek itu emang bukan cewek baik-baik sejak dulu (dia ngerokok, suka minum minuman beralkohol dan bahkan dia udah gak perawan sejak SMP).
  
      2. Cowoknya dia bukan cowok baik-baik juga (gak tanggung jawab dan malah selingkuh sama cewek lain), meskipun cowoknya lumayan cakep, pernah romantis dan melakukan hal unyu tapi bodoh (keluar dari sekolah tiga hari sebelum Ujian Sekolah cuma gara-gara temen-temennya gak suka dia ngedeketin si cewek gak bener ini).

3    3. Orang tuanya kurang perhatian sama si cewek. Orang tuanya memang broken home, tapi selama orang tuanya masih saling mengawasi si cewek, hal-hal kayak gitu gak bakalan terjadi.
Dengan nge-stalk dia, gw cukup kaget karena kejadian hamil di luar nikah itu berlaku juga buat cewek seumuran gw.

Ceritanya belum selesai. Waktu itu gw belum terlalu bersyukur menjadi jomblo, masih biasa aja. Kemudian, suatu hari Minggu, gw misa bareng temen gw. Pulangnya kita ke GGP, mau nongkrong-nongkrong gitu, deh. Secara kita sama-sama jomblo (?). Gw cuma iseng aja nanya, “Eh, si X masih langgeng sama Y?” Temen gw jawab, “Nggaklah. Mereka kan udah putus. Lw gak tau?”
“Nggak. Emangnya kenapa putus?”
Dan jawabannya…
“Kan si X hamil! Lw baru tau?”
Gw shock. Wow, selain terjadi pada cewek seusia gw, ini juga terjadi pada orang yang pernah deket sama gw, temen SMP gw! Dari situ, kita lanjut ngomongin X dan Y. Setelah mendengar penjelasan dari temen gw itu, gw kembali menyimpulkan beberapa hal :
1    1. X adalah cewek baik-baik tapi terlalu deket sama pacarnya (ditungguin di RS, liburan bareng keluarganya, pacarnya boleh masuk ke kamarnya)
2    2. Y adalah cowok gak bertanggung jawab yang cuma bisa menyelesaikan masalah dengan uang. Nama ‘Y’ otomatis gw blacklist.
3    3. Orang tua X kurang perhatian. Padahal keluarga mereka gak broken home.

Dari dua cerita di atas, kesamaan mereka berdua adalah mereka melakukan hal tersebut secara sadar, bukan karena dipaksa. Dan cowok mereka juga pasti nggak menghargai cewek mereka sebagai wanita, sebagai perempuan. Mereka (si perempuan) juga salah karena mereka mau dan mengiyakan. Gw rasa bimbingan remaja,  penyuluhan dan seminar-seminar udah sering diadakan dan mereka terima. Tapi kenapa udah tau akibatnya masih aja dilakukan. Sekarang, pas cowoknya gak mau tanggung jawab, mereka marah-marah. Ya, gak tau deh.

Makanya sekarang gw bersyukur menjadi jomblo, setidaknya untuk saat ini, selama masa SMA. Karena gw bisa sepenuhnya meluangkan waktu gw untuk belajar dan menikmati jadi remaja bersama temen-temen gw.