Gw kira liburan ini waktu yang tepat buat istirahat dan merenung. Kenyataan = Gw hampir membusuk di rumah. Emang gak salah, sih perkiraan gw. Tapi waktu luangnya itu terlalu banyak, dan gw males banget kalo harus ngisi waktu tersebut dengan ngerjain PR B.Sunda dari Ibu Narti. Tentang istirahat, ya pastilah gw udah istirahat cukup lama. Kalo merenung malah nggak sama sekali, gw bingung apa yang harus direnungin, toh hidup gw emang udah kayak gini, mau direnungin juga males, yang ada malah gw tambah kesian sama diri gw sendiri.
Btw, tanggal 29 Maret nanti gw study tour ke Jogjakarta, dan waktu luang ini harusnya gw manfaatin buat beres2 baju dan lain-lain. Kenyataannya gw males dan baju-baju gw yang mau dibawa ada yang masih dicuci, jadi terpaksa nunggu deh...
Buat nambah-nambahin postingan kali ini, gw cerita tentang buku, ya :
Totto-chan - Gadis Cilik di Jendela
Oleh Tetsuko Kuroyanagi 
Ibu Guru menganggap Totto-chan nakal, padahal gadis cilik itu hanya punya rasa ingin tahu yang besar. Itulah sebabnya ia gemar berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung. Karena para guru sudah tak tahan lagi, akhirnya Totto-chan dikeluarkan dari sekolah.
Mama pun mendaftarkan Totto-chan ke Tomoe Gakuen. Totto-chan girang sekali, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta yang dijadikan kelas. Ia bisa belajar sambil menikmati pemandangan di luar gerbong dan membayangkan sedang melakukan perjalanan. Mengasyikkan sekali, kan?
Di Tomoe Gakuen, para murid juga boleh mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka. Ada yang memulai hari dengan belajar fisika, ada yang mendahulukan menggambar, ada yang ingin belajar bahasa dulu, pokoknya sesuka mereka. Karena sekolah itu begitu unik, Totto-chan pun merasa kerasan.
Walaupun belum menyadarinya, Totto-chan tidak hanya belajar fisika, berhitung, musik, bahasa, dan lain-lain di sana. Ia juga mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri.