Jumat, 30 September 2016

Speech Contest


Tiap tahun, Tokyo Japanese Language Education Center atau JASSO Tokyo atau sekolah bahasa gw, mengadakan lomba pidato untuk murid-muridnya. Tahun 2015 kemarin, gw hanya menonton kedua senpai gw (tanpa mengerti arti pidatonya) dan mengagumi mereka berdua yang mendapat juara 1 dan 2. Nah, karena mereka berdua sangat luar biasa, guarantor gw bilang bahwa beliau juga berharap pada gw dan temen seangkatan gw. Hal tersebut menjadi alasan yang sangat kuat untuk mengikuti lomba pidato ini. Daripada gw ditanya oleh beliau, "Kenapa kamu tidak ikut lomba pidato?" mendingan gw memikirkan tema, menulis pidato dan mengikuti kontes tersebut. Alasan kedua, mumpung bisa didengarkan oleh banyak orang, gw bisa menyampaikan pesan yang ingin gw sampaikan. Alasan ketiga, latihan bahasa Jepang. Keempat, kalau menang, siapa tahu hadiahnya adalah sesuatu yang sedang atau akan gw butuhkan.

Sebelum libur musim panas, Koike sensei, wali kelas gw yang lama menunjukkan contoh video speech tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya speechnya Kak Adrian yang berjudul "Wan Wan". Sekarang gw sudah mengerti pidatonya. Isinya bagus banget ternyata. Setelah itu sensei juga menjelaskan cara menulis pidato yang baik. Misalnya, ambil satu pengalaman hidup kami yang berhubungan dengan tema, jangan membuat pidato yang memamerkan kepintaran kamu sampai susah dimengerti, bicarakan hal yang hanya kamu yang bisa bicarakan. Kemudian, semua murid diberi PR musim panas, yakni membuat outline naskah pidato.

Selama liburan, gw udah berusaha memikirkan ide yang bagus untuk ditulis. Tapi ide yang bagusnya itu nggak keluar. Pertama-tama, karena gw baca manga tentang filosofi Nietzsche, ada satu bagian yang membuat gw tersentuh. "Cara setiap manusia melihat dunia ini berbeda-beda. Mungkin selama ini kita pikir kita hidup di dunia yang sama, tapi kenyataannya tidak karena tiap orang memiliki cara pandang dan prioritas masing-masing." Keren banget, kan! Lalu, gw juga pernah nonton vlognya Pao2 LDP yang waktu dia sharing di mana gitu. Intinya di situ dia bilang, "Kenapa kalau kita sedih kita selalu nanya, kenapa kita? Tapi saat kita senang, kita nggak pernah nanya kenapa kita?" Ya kurang lebih seperti itulah. Menurut gw ini juga bagus banget, terutama karena gw pengen menyadarkan seorang temen gw. Maka awalnya, gw kepengen nulis pidato tentang kedua hal itu. Tapi mau dipikir bagaimanapun juga, kok nggak nyambung-nyambung ya...

Kemudian, pada tanggal 16 Agustus, gw sama Aaron pergi ke rumah seorang tante untuk mengambil daun pisang (dan menebang pohonnya) demi membuat nasi tumpeng tanggal 17. Untuk pertama kalinya Aaron nebang pohon dan untuk pertama kalinya gw ngeliat orang nebang pohon. Lol. Di situ, gw tiba-tiba mendapat pencerahan! Gw memang mengidam-idamkan Keio University yang punya semboyan "Calamvs Gladio Fortior" yang artinya "Pena lebih tajam daripada pedang". Dan menurut gw, semboyan itu bener banget! Sama kayak quotes yang pernah gw baca kurang lebih seperti ini, "Pedang bisa menembus satu tubuh, tapi tulisan bisa menembus ribuan kepala". Terus apa hubungannya sama nebang pohon? Ketika kita menebang pohon, apa semboyang yang bagus banget itu masih berlaku? Coba aja tebang pohon pake pulpen, niscaya pohon lainnya sudah tumbuh lebat duluan. Lalu mulailah gw berpikir serius untuk pidato ini.

Tapi tetep aja deh. Gw bukannya mau nulis pidato dengan baik, malah pengen masukin tiga hal berbeda yang mau gw sampaikan. Akhirnya tetep gak bisa nulis juga karena tiga-tiganya gak nyambung. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup (mungkin), gw gak asal maksain biar nyambung. Gw mencoba menggambarkan hubungan dari tiga hal itu. Tema besarnya adalah 'Cara melihat'. Dari situ dibagi tiga.
1. Calamvs Gladio Fortior -> Nebang pohon -> Sedih kenapa kita? Senang kenapa kita?
2. Macam-macam (-> Toleransi)-> Lihatlah dunia ini seperti bagaimana kamu menginginkannya
3. Bukan soal hasil

Nah lho, ide lamanya masih gak nyambung, malah nambah ide lain. Hahahahaha...  Oh, tapi Stephanie berusaha untuk mulai menulis naskah dari ide yang belum matang itu. Dari ide yang pertama. Kemudian, ketika mulai menulis, tangan ini dengan lancar menari di atas agenda 100 yen yang pernah ketumpahan air. Dan jadinya apa saudara-saudara... Jadilah cerita yang lain. HAHAHAHA
Ini emang gw yang kebanyakan ide, atau emang gak bisa nulis dengan baik ya, pikir gw saat itu. Akhirnya gw diemin tulisan itu selama beberapa lama karena gw masih shock dengan kemampuan gw.

Kemudian pada suatu hari, gw telpon-telponan sama Isselin. Kayaknya waktu itu dia masih libur, makanya dengan rela mendengarkan segala hal gak penting yang pengen gw omongin. Fyi, gw nulis hal-hal penting atau berkesan yang terjadi dalam satu bulan di agenda gw. Tujuannya sebenernya buat nulis laporan Mitsui. Soalnya dulu-dulu gw lupa terus apa yang udah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Makanya gw nulis hal-hal yang berkesan di agenda gw. Nah waktu itu, gw cerita ke Isselin semua hal yang gw tulis di bagian bulan Agustus. Ada sekitar 9-10 gitu. Dari sekian banyaknya cerita, yang paling membuat Isselin tertarik (atau ya at least, dia terdengar sangat tertarik) adalah 'Hal yang saya pelajari dari Kouhai'. Kouhai itu artinya adik kelas, atau junior baik di sekolah maupun tempat kerja gitu. Di Jepang, senioritas bisa dibilang cukup tinggi dan kouhai itu biasanya disuruh-suruh, dianggap merepotkan menurut gw. Bahkan kalau dicari di internet definisi senpai (senior) adalah orang yang gak akan me-notice kouhai. Bisa dibayangkan betapa tidak dianggapnya kouhai.
Nah tapi... Gw yang punya rasa ingin tahu, iseng-iseng nge-stalk kouhai Mitsui yang baru. Kebetulan orangnya gampang banget di-stalk. Aktif di Facebook, Instagram gak di-lock, punya blog juga lagi. Makin semangat lah gw nge-stalknya #eh. Ini sekitar bulan Juli ceritanya. Saat-saat di mana gw udah lelah abis EJU, JLPT dan deg-degan nunggu hasilnya. Ketika gw baca blognya, di situ ada cerita tentang bagaimana dia melalui seleksi beasiswa sampai pengumuman diterima. Postingan itu mengingatkan gw dengan post gw mengenai hal yang sama tahun lalu. Ternyata sama. Saat itu gw percaya bahwa tulisan bisa menggambarkan perasaan. Gw baca lagi post gw yang lama itu, dan gw kembali teringat perasaan gw waktu itu. Seneng, semangat, positif bangetlah pokoknya. Dari situ gw merasa belajar dari kouhai.

Gw yang tadinya mikir gak mau cerita soal speech ke Isselin, akhirnya konsultasi ke dia. Dan setelah gw kasih tau semua ide gw dan juga coret-coretan di agenda, dia semakin meyakinkan gw untuk melanjutkan ide yang di coret-coretan gw.

Ide besar sudah ada nih, tinggal nulis. Tapi... waktu itu gw juga sibuk mempersiapkan tes Waseda tanggal 3 September. Ditambah lagi wali kelas gw yang sekarang nggak menentukan deadline ngumpulin naskah. Jadilah gw ingin mengikuti jejak senpai gw yang nulis naskah speech sepulang tes Waseda, di Jonathan sambil mabok macha. Hahaha... Tapi ujung-ujungnya gw dan temen seangkatan gw kecapekan abis tes dan langsung pulang setelah makan McD. Keesokan harinya pun gw masih belum ada niat untuk nulis. Hari senin pulang sekolah, barulah gw ngetik naskahnya di perpus sekolah. Waktu ngetik itu, ide-ide tambahan bermunculan banyakkkk banget. Buat pengantar, penghubung, penutup jadi cepet nulisnya. Gw yang tadinya juga pengen masukin humor ke dalam speech, bisa tercapai. Selama ngetik naskahnya, gw senyum-senyum sendiri. Geli membayangkan betapa lucunya pidato ini waktu dibacakan nanti. Dalam waktu sekitar 2 jam, naskah itu selesai... Dalam hati gw memuji diri sendiri, "Kamu hebat! Bisa menulis naskah pidato yang subarashii begini!"

Setelah dikoreksi oleh sensei, hari Rabunya gw tampil di depan kelas. Di kelas gw, cuma ada 8 orang yang bikin teks pidato. Yaitu Shao, Sam, Nok, Kyo, You, Jo, Prilly, gw. Lalu setelah semua tampil, setiap murid disuruh voting perwakilan kelas. Dan gw terpilih! Wow... Gw seneng banget bisa membuat mereka ketawa pas speech, dan juga karena mereka memilih gw. Setelah itu anak-anak yang mau ikut lomba pidato dilatih sama sensei sekitar 2 kali.

H-1 kita semua tampil di depan kelas sekali lagi. Kali ini gw agak kecewa karena udah pada gak ketawa lagi. Cukup khawatir gimana kalo bagian yang gw harap lucu, malah jadi krik-krik. Tapi pada hari H, akhirnya sebodo amat, yang penting tampil dan berikan yang terbaik!

Speechnya pada bagus-bagus semua... Ada yang lucu, ada yang bikin terharu, dan lain-lain. Sejak awal sebenernya udah mikir, "Gak menang juga nggak apa-apa. Kan tujuan utamanya supaya gak ditanya-tanya sama guarantor. Dan yang paling penting adalah pesannya tersampaikan." Dan melihat yang lain pada bagus-bagus gitu speechnya, ya gw rela lah dikalahkan mereka. Oh, tapi pada akhirnya gw kaget karena gw juara 1. Kenapa ya? Gw pengen tau kesan yang gw berikan tuh kayak gimana. Soalnya buat gw yang tampil dan udah latihan beberapa kali, speech gw jadi terasa biasa saja gitu. Rasa bangga pada speechnya udah agak memudar gitu karena pada gak ketawa di H-1.

Ki-ka : Musa (Saudi Arabia), Kepala Sekolah, saya, Jaado (?) (Saudi Arabia)

Oh iya, post ini gw lanjutkan nanti lagi ya. Soalnya paket internet wifi gw udah setahun berlalu dan karena perpanjangnya mahal, gw berpaling ke provider lain. Waktu cepat sekali berlalu ya.

*Dilanjutkan 30 Desember 2016*


Inilah naskah speech gw :
運転手様
皆さん、こんにちは!
私はインドネシアのブカシから参りました。ブカシというのは私の故郷ですが、皆さん聞いたことがないでしょうね。それでは、ブカシの紹介をさせていただきます。ブカシの特徴と聞かれたら。。。ないと思います。じゃ、ブカシの名物は。。。それもありません。しかし、私の故郷をばかにしないでください。ブカシには独特の魅力があります。運転手様です。なぜかというと、ブカシは渋滞にかけてはどこにも負けない町だからです。ジャカルタに近いのに、通うのに三時間もかかります。この話を聞いている皆さんはどんなにひどいのが分からないでしょう。私は高校生だったある日、ジャカルタから帰る時、車の中で数学の宿題をやって、昼寝をして、映画を見て、晩ご飯を食べましたが、まだ家に着いていませんでした。そのぐらいひどい渋滞でした。しかし、ブカシの運転手様は素晴らしいと思います。長い時間ずっと集中して目的地まで一生懸命運転します。疲れをものともせず、「何としても到着するぞ!」とばかりに気合を入れて運転します。
さて、渋滞のとき、運転手様はどこを見ると思いますか。もちろん前です。目的地が前にあるからです。そして、他の車とぶつからないようにバックミラーで後ろを見ます。また、左と右も見るのです。もしかしたら他の道があるかもしれないという期待があるからです。
皆さんはご存知でしょうか。皆さんも運転手様で、皆さんの車は人生です。私が言いたいのは人間として、私たちの生き方は運転手の見方と同じだということです。前ばかりでなく、左、右、後ろもあります。
私自身の経験を話します。私は現在三井物産という日本の会社から奨学金をもらって日本に留学していますが、二か月前、次に日本へ来る学生の合格発表がありました。その学生たちは私の後輩です。私はすぐ後輩たちをインターネットでストークしました。フェイスブック、インスタグラム、ブログ、といったソーシャルメディアのおかげで私は後輩たちについてのいろいろな情報を得ました。生年月日と出身、兄弟の数、趣味、お父さんの仕事、気になる女性など全部分かりました。いいえ、いいえ、私は怖くありません。ただの好奇心です。
一人の後輩のブログに、彼の奨学金の選考から合格発表までの話が書いてありました。それを読んで、私は一年前の自分を振り返りました。私も日本に来る前は同じ気持ちでした。合格を知ったときは嬉しくて、勇気があふれるかのようにわいてきました。頭の中には『やった!日本へ留学できるわ!これからもっと勉強を頑張ろう!』と考えていました。しかし、日本へ来て時間が経つうちに、だんだん気持ちが変わってしまいました。日本の生活には慣れましたが、受験勉強で疲れを感じたり、勉強に飽きたと感じたりすることもありました。そんなときは受験生として残っている力を振り絞って、何とかやっている状態でした。ところが、後輩のブログを見たおかげで、私は後ろと横を見るようになりました。日本留学を目指した時の気持ちを思い出したり、以前と比べて日本語能力が上達したことに気づいたり、一緒に頑張っている友達がいるのを感じたりしました。そして、モチベーションがよみがえってきました。
皆さん、今までいつも人生の前ばかり見ていたのなら、少し後ろや横も見てください。特に人生が渋滞に引っかかって、進まない場合です。自分に聞いてほしいです。過去の自分はどんな人でしたか。今の自分は以前と比べてどのくらい上達しましたか。また、横には応援してくれている家族や友達がいるのを覚えていてください。それに、前だけでなく、時には横に進むことで解決法が見つかるかもしれません。さらに、ずっと前、遠くの方を見てみてください。あそこにはきっといいことが待っています。人生の目的を忘れず、いつかきっと夢がかなうと信じながら、人生という車を運転しましょう!
これで私のスピーチを終わります。

ありがとうございました。

Kurang lebih isi dari speech gw dalam bahasa Indonesia :

Ndut banget ya....
Selamat siang, semuanya!
Saya berasal dari Bekasi, Indonesia. Saya rasa semuanya tidak pernah mendengar tentang Bekasi. Oleh karena itu, biarkan saya memperkenalkan Bekasi. Kalau ditanya soal ciri khas Bekasi... setahu saya sih tidak ada. Tapi jangan meremehkan kota kelahiran saya! Bekasi punya daya tarik yang unik. Yaitu, Tuan Pengemudi (atau Mr. Driver kalo dalam bhs Ing). Kenapa bisa begitu? Karena Bekasi adalah kota yang tidak kalah dengan kota manapun kalau soal macet. Padahal letaknya dekat dengan Jakarta. Tetapi perjalanan ke sana bisa memakan waktu 3 jam. Semua yang mendengar cerita ini tidak tahu bagaimana parahnya macet tersebut, kan? Waktu saya SMA dan dalam perjalanan pulang dari Jakarta, saya mengerjakan PR matematika, nonton film, tidur siang, dan makan malam sekalipun, masih belum sampai di rumah. Separah itulah macetnya. Tapi, Tuan Pengemudi Bekasi itu luar biasa menurut saya. Terus berkonsentrasi dalam waktu yang lama dan berusaha sampai di tempat tujuan. Tanpa mempedulikan rasa lelah, tetap bersemangat menyetir sambil seolah-olah berkata, "APAPUN YANG TERJADI, POKOKNYA HARUS SAMPAI!!!"

Saat macet, menurut Anda, Tuan Pengemudi melihat ke mana? Tentu saja ke depan, karena tujuannya ada di depan. Kemudian, agar tidak bertabrakan dengan mobil lain, mereka melihat ke belakang melalui kaca spion. Mereka juga melihat ke kiri dan kanan, dengan harapan dapat menemukan jalan lain.

Apakah kalian tahu? Kalian adalah Tuan Pengemudi. Mobil kalian adalah kehidupan. Yang ingin saya katakan adalah, cara kita hidup sama dengan cara Tuan Pengemudi melihat. Tidak melulu ke depan, tapi juga ke kiri, kanan dan juga belakang.

Saya akan menceritakan pengalaman saya. Sekarang saya sedang kuliah di Jepang dengan beasiswa dari Mitsui-Bussan. Sekitar bulan Juni yang lalu, saya mendengar pengumuman penerima beasiswa yang baru. Yaitu adik kelas saya (kouhai). Saya langsung men-stalk mereka di internet. Mulai dari social media seperti Facebook, Instagram, Blog saya mendapatkan banyak informasi soal mereka. Tempat tanggal lahir, jumlah saudara, hobi, pekerjaan orang tua, sampai gebetan mereka pun saya tahu.

Dalam blog salah satu adik kelas saya, tertulis perjalanan dia mengikuti seleksi Mitsui sampai pengumuman kelulusan. Membacanya, saya jadi teringat saya yang satu tahun lalu. Sebelum saya datang ke Jepang, saya juga mereasakan hal yang sama dengan dia. Ketika mengetahui bahwa saya lulus, saya sangat senang dan semangat saya meluap-luap. Dalam kepala, saya bersorak kegirangan. "Akhirnya! Saya bisa kuliah ke Jepang! Saya akan lebih rajin belajar lagi!" Tetapi seiring berjalannya waktu di Jepang, perlahan-lahan perasaan saya berubah. Saya mulai terbiasa dengan kehidupan di Jepang. Tetapi saya merasa lelah dan bosan dengan rutinitas belajar untuk tes masuk universitas. Saat seperti itu, saya hanya bisa mengerahkan sisa-sisa tenaga yang ada. Tetapi berkat adik kelas saya itu, saya jadi melihat ke belakang dan ke samping. Saya mengingat kembali perasaan saya saat mengincar beasiswa ke Jepang, saya menyadari bahwa kemampuan bahasa Jepang sudah meningkat, saya juga merasakan keberadaan teman-teman yang berjuang bersama saya. Kemudian saya kembali termotivasi.

Semuanya, yang sampai saat ini selalu melihat ke depan. Cobalah lihat ke belakang dan ke samping. Terutama ketika kehidupan anda sedang terjebak macet dan tidak bergerak. Saya ingin kalian bertanya pada diri kalian sendiri. Seperti apakah diri kalian di masa lalu? Diri kalian yang sekarang sudah berkembang seberapa jauh? Kemudian, ingatlah bahwa di samping kalian ada keluarga dan teman-teman yang mendukung kalian. Ditambah lagi, tidak hanya ke depan. Terkadang, dengan berjalan ke samping, jalan keluar dari masalah itu bisa ditemukan. Kemudian, lihatlah jauh ke depan. Di sana pasti ada hal baik yang sedang menunggu Anda. Tanpa melupakan tujuan hidup Anda, sambil mempercayai bahwa suatu hari nanti mimpi Anda akan tercapai, mari kita mengemudikan mobil bernama kehidupan ini!

Maaf ya kalo bahasa Indonesianya aneh. Hahahaha...

Semoga pidato ini bisa menginspirasi dan menyemangati orang-orang yang mendengarnya.

Gw seneng karena tanpa harus secara khusus membuat pidato yang original, hasilnya original dengan sendirinya. Karena kalo dilihat-lihat, pidato ini cuma bisa ditulis dan dibawakan oleh anak Bekasi yang sekolah di Jakarta dan sekarang sedang kuliah di Jepang dengan beasiswa Mitsui.
Begitu juga dengan pidato teman-teman gw yang lainnya.


お疲れ様でした。皆さんのスピーチは素晴らしいと思いますよ。これからもメッセージを人々に伝えて、頑張りましょう!

*Dilanjutkan lagi 14 Mei 2017*
Sampai saat ini, gw udah pernah menyampaikan pidato ini sebanyak 8 kali di depan banyak orang. Dari 8 kali pidato ini, tentunya ada yang ngasih komentar. Kebanyakan sih bilang, "Bagus!" 「すごいですね!」「素晴らしい」。Gw seneng kok pidato gw dibilang bagus. Tapi sebenernya gw mengharapkan komentar yang lebih dalam. Bagusnya di mana gitu. Nah, ternyata ada 2 orang yang memberikan komentar yang gw harapkan. Yakni, seorang bapak orang Jepang dan Telung.
Bapak tersebut bilang, kalau pidato gw alurnya bagus, mudah dimengerti dan juga dengan adanya pertanyaan di dalam pidatonya, pendengar pun merasa diajak berkomunikasi.
Lalu Telung yang baru aja tadi pagi jam 2 mendengarkan pidato gw. Hahaha... Telung bilang kalo pidato gw ini agak ambigu sebenernya, tapi itu justru jadi bikin 'penasaran' (?). Intinya, ambigu itu bisa bagus juga. Hehe... Lalu, pidato gw ini ada makna yang lebih dalam daripada yang diucapkan, ini membuat pendengarnya jadi berpikir lebih lanjut.

Oh lalu, bulan Januari kemarin, gw baru menyampaikan isi pidato ini ke bokap gw. Telat sih, tapi yaaa daripada nggak sama sekali kan. Dibandingkan mendengar komentar orang lain sampai saat ini, jujur aja, paling seneng waktu dibilang hebat sama papa sendiri.  

Pidato ini bisa dibilang adalah masterpiece gw. Biarpun gw cuma pernah bikin 3 pidato. Yaitu, pidato soal banjir waktu SD, 言葉の大切さpidato buat lomba bulan Maret 2016 tapi gak menang karena setelah dipikir-pikir gak nyambung sama tema, dan 運転手様 ini. Makanya gw masih afal sebagian besar pidato ini. Oh iya, salah satu hal yang gw banggakan dari pidato ini adalah, gw bisa mengubah kelemahan jadi kekuatan dan gw bisa menjadi diri sendiri di pidato ini. Gw bisa memanfaatkan kelemahan Bekasi yang sering dikata-katain karena macet. Dan kemampuan gw sebagai stalker juga ternyata membawa keuntungan. Ditambah lagi, karena gw bisa membuat pengandaian, mengaitkan dua hal yang berbeda.

Menurut Hatchi san, waktu dia pergi ke Bekasi untuk menghadiri pesta pernikahan anaknya Marina san, dia jadi gak terlalu jengkel waktu macetnya karena inget pidato gw. *masukin emoji nangis bahagia* Yeay!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar