Sebelum gw tergila-gila ini, gw udah pernah nonton TED Talk beberapa kali. Baik di pelajaran sekolah, atau karena keinginan sendiri. Alasan utama kenapa gw suka sama TED Talk adalah karena gw bisa mendengar ide-ide dari berbagai macam profesional secara relatif singkat, tapi tetap menginspirasi. Sebelum gw kenal TED talk, gw hampir gak pernah nonton seorang profesional menjelaskan bidangnya. Biasanya yang disorot itu kan presiden, politikus, artis, dan sebagainya terkait dengan kehidupan pribadi mereka. Tapi hampir gak ada kesempatan untuk denger pembicaraan pengusaha sukses, peneliti, penulis buku, dan lainnya kalo bukan di seminar-seminar khusus. Tapi TED ini menyediakan video oleh orang-orang yang sebelumnya jarang disorot, atau bahkan gak pernah dikenal, secara gratis buat ditonton di Youtube dan di Website nya sendiri. Ya, kalian tau lah gw suka yang gratis-gratis.
Hal lain yang bikin gw suka sama TED adalah dia memotivasi gw di saat gw putus asa. Misalnya, waktu gw hampir menyerah belajar basic matematika murni tentang turunan dan integral (mata kuliah wajib nih) yang banyak ngafalin teori-teori matematika ribet yang gw pikir gak akan berguna, gw mencari video tentang teori matematika, yang bisa membangkitkan semangat gw belajar. Dan ketemulah sama video ini:
If you want to tell someone that you will love them forever, you can give them a diamond. But if you want to tell them that you'll love them forever and ever, give them a theorem! However, you'll have to demonstrate, that your love doesn't stay a conjecture.Dengan penjelasan yang menarik dan perumpamaan yang bagus, semudah itu gw kembali semangat buat belajar teori matematika.
Biarpun TED ini gak ngajarin detailnya ilmu tersebut, justru itulah kelebihannya. TED Talk ngasih tau kita apa yang menarik dari suatu ilmu/tema. Kalau kita tertarik, kita bisa belajar lebih lanjut dari buku atau media lain. TED adalah sarana untuk mengeksplorasi bidang-bidang yang kita tidak tahu sebelumnya, tanpa harus membaca buku tebal untuk tahu daya tariknya.
Terus di saat gw ngenes (gw emang selalu ngenes sampe sekarang), gw juga menemukan video ini:
Dan gw menjadi yakin, that it's okay to be picky. Mungkin gw masih jomblo karena gw picky (gw gak pernah nolak orang yang nembak gw sih, karena emang gak ada juga), tapi kalo di dunia nyata gw belom nemu jodoh juga sampe umur tertentu, gw ada harapan bisa menemukan jodoh gw suatu saat nanti pakai online dating app.
Gw udah sadar nih sama bagusnya TED Talk. Tapi gw gak nonton TED Talk tiap hari gara-gara itu. Malahan gw sempet melupakan TED Talk sebagain konten Youtube yang berfaedah. Gw selalu milih nonton Return of Superman dan video-video masak, yang sebenernya gak jelek, tapi ya not really inspiring.
But honestly, I never forget the way TED motivated me. Suatu hari, Irin, temen kuliah gw, ngajakin jadi staff TEDx di kampus gw. Karena gw suka sama TED Talk dan gw juga pengen melakukan sesuatu di luar belajar, gw ikutan lah jadi Speaker Team Leader. Nah terus, tanggal 27 April lalu, gw bareng sama Irin, Souta dan Kouta, volunteer di acara TEDxOtemachi. Di sana gw cuma sempet nonton sedikit sih, tapi pembicaranya yang live bener-bener menginspirasi. Di situlah gw jadi tambah semangat buat jadi staff TEDxKeioUHiyoshi dan juga tergila-gila sama TED Talk.
Suatu malam setelah TEDxOtemachi, gw lagi gak ada niat sama sekali buat ngerjain tugas yang menumpuk. Lalu gw mencari video TED Talk sebagai pelarian. Tapi masalahnya, video TED Talk udah banyak banget, dan jujur aja gak semuanya bagus dan menginspirasi. Ketika gw pusing mencari TED Talk yang bagus, dan gw memutuskan untuk pakai keyword aja, waktu itu 'math', gw ketemu sama TEDxBandung Sujiwo Tejo.
Siapa sangka, seorang Sujiwo Tejo dulunya kuliah matematika? Isi TED Talk nya juga ngasih pandangan baru soal matematika yang belum pernah gw denger sebelumnya. Kemudian lanjutlah gw nonton TEDxBandung yang lainnya dan juga TEDxJakarta, kayak Ridwan Kamil, Jubing Kristianto, dll. Setelah nonton itu, gw jadi terharu. Gw mencari TED yang bagus, yang bisa menginspirasi, tapi setelah coba nonton beberapa yang dalam bahasa Inggris, gw gak merasa itu bagus. Tapi ternyata yang gw cari itu ada di negara gw sendiri. Gw semacam diingatkan bahwa gw berasal dari Indonesia, dan Indonesia juga punya potensi yang gak kalah dari negara lain.
Satu video lagi yang sangat menginspirasi (gw gak punya kata lain haha):
Gw suka banget sama bagian akhir dari video ini, di mana ada kutipan dari Le Petit Prince.
Mata itu buta, harus mencari dengan hati.Dengan rasa haru yang belum hilang dari paragraf sebelumnya, kalimat ini seolah-olah ngasih tau gw, "Mau pergi keliling dunia pun, kamu gak akan menemukan yang kamu cari kalau tidak melihat dengan hati. Sesungguhnya, di tanah airmu pun, kamu bisa menemukannya."
