Senin, 08 Desember 2014

Recommended Game



Karena sebentar lagi libur Natal, gw nyari-nyari game yang asyik buat dimainin di HP. HP gw udah ganti, btw. Blackberry Gemini 3G udah tergantikan sama Lenovo P780. Alasan gw milih hp ini adalah karena baterainya kuat. Dan emang bener sih. Gw ngecharge bisa 3-5 hari sekali. Bukan tiap 5 menit kayak BB gw yang dulu. Hahaha…

Nah, kebiasaan gw kalo download game adalah -> download banyak banget -> coba mainin -> game yang gak seru, game yang harus ada wifi buat main, game yang gak bisa kebuka sama sekali langsung gw delete -> dari 5 game, yang tersisa cuma 1 -> gw mainin game yang satu itu tiap hari -> bosen -> delete. Makanya game gw jumlahnya gak banyak-banyak amat. Dulu gw semangat banget main Star Girl, tapi gara-gara gw udah dapetin semua cowok yang ada di game itu (ehem), gw jadi bosen mainnya. 

Terus, setelah main bareng game Da Vinci Mystery bareng sama Ming, akhirnya gw download juga. Permainannya berupa kuis-kuis gitu yang harus dijawab. Kategorinya ada beberapa kayak, Math, Logic, Mensa, History, dll. Karena asik, gw download yang kedua, meskipun belum gw jawab semua pertanyaannya. Pokoknya game ini asik, deh! Apalagi kalo mainnya bareng-bareng.



 
Abis itu, gw juga download High School Story. Ceritanya kita tuh murid baru di sekolah yang baru juga. Nah, kita harus bangun sekolah dari awal dan punya banyak murid gitu deh. Mungkin mirip game-game yang kayak bikin kota gitu cuma bedanya ini sekolahan. Selain itu, ada ceritanya juga. Terus ada yang namanya quest, tugas yang kalo kita kerjain ada rewardnya. Kayak misalnya ada adeknya Julian, Hope yang ada masalah di sekolahnya. Julian minta supaya gw dan temen-temen lain bantuin adeknya gitu. Ada dialognya juga. Makanya keren banget, kan???? Gw suka banget sama game ini dan lagi tahap mainin tiap hari, hahaha. Oke, deh segitu aja ya…  Mau main High School Story lagi.



Minggu, 07 Desember 2014

Arti Mimpi?





Apakah mimpi punya arti? Oh, pasti ada. Beberapa orang yang punya kemampuan tertentu bisa membaca arti mimpi. Bahkan di Alkitab aja, ada Yusuf yang bisa mengartikan mimpi Firaun. Berarti mimpi ada artinya, kan?

Nah, tapi… Apakah arti dari mimpi gw sendiri? Itu yang masih gw tanyakan sampai saat ini. Iya, gw gak punya peramal mimpi khusus. Dan gw juga males nanya ke temen-temen gw karena jawabannya pasti aneh-aneh. Gw belum coba cari di internet sih, karena males kalau ternyata artinya buruk. Huft.
Mimpi itu sendiri katanya cuma bunga tidur, atau bisa juga sesuatu yang kita pikirkan sebelum tidur. Sebagian orang tidak peduli dengan mimpi mereka setiap malam, tetapi ada saja yang percaya mimpi itu berarti suatu petunjuk atau pertanda. Gw gak tau gw menganut aliran yang mana, ya. Karena gw percaya dua-duanya. Kadang mimpi memang punya maksud tersendiri, tapi tidak jarang juga mimpi itu bukan apa-apa. Ya… Hanya mimpi.

Pasti pada penasaran, kan gw mimpi apa? Sekarang gw bakal kasih tau.

Udah beberapa kali gw mimpi ketemu sama satu orang. Bukan setiap hari, sih. Mungkin sekitar dua atau tiga bulan sekali, gw juga gak terlalu inget. Yang paling baru itu kira-kira empat atau lima minggu yang lalu. Dalam mimpi itu, gw ketemu sama dia dan kita ngomongin masalah kuliah. Satu dialog yang gw inget adalah :
Gw         : Lw kuliah apa nanti?
Dia         : Ya, pokoknya gw mau bahagiain nyokap gw.

Mungkin jawaban dia agak aneh, ya. Tapi seinget gw sih gitu. Mimpi-mimpi gw yang sebelumnya gak bisa gw inget. Cuma yang paling baru aja yang gw inget. Begitu mimpi yang lain, gw lupa.

Kenapa, sih gw mimpiin orang yang sama? Padahal gw gak mikirin dia sebelum gw tidur. Gw emang kenal dia, tapi gw gak dekat sama dia. Terakhir kali gw ketemu dia di dunia nyata, empat bulan yang lalu. Itu pun gw gak ngobrol sama dia. Gw cuma salaman doang dan bilang, “Hai!”.

Apa mimpi gw cuma sekedar mimpi, atau ada makna dibaliknya?

Tau ah.

Jumat, 05 Desember 2014

Don't judge a book by its cover



Judul post ini, mungkin udah familiar banget, ya. Bahkan banyak orang udah bosen dengernya. Tapi baru bulan lalu gw menyadari betul makna dari kalimat tersebut.
“Don’t judge a book by its cover” -> “Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya” -> “Jangan menilai orang dari penampilannya”
                Kisah ini bermulai dari seorang guru. Di sekolah, guru ini mempunyai cara mengajar yang agak berbeda. Sebetulnya tidak ada yang salah dari cara mengajarnya. Tetapi, ada beberapa murid yang tidak sreg dengan cara seperti itu. Lama-kelamaan, efeknya semakin terlihat. Banyak murid menjadi kurang hormat pada guru tersebut.
                Kemudian, suatu hari saya iseng mencari blog milik beliau. Saya tidak menyangka, ketika membaca post di blog itu, saya seperti melihat beliau dari sisi yang berlawanan 180°. Beliau adalah seorang yang hebat. Beliau adalah seorang yang tangguh. Beliau bukan ‘berbeda’ tetapi ‘unik’. Apa yang saya lihat sehari-hari dalam diri beliau sama sekali tidak memperlihatkan apa yang sudah beliau lalui sepanjang hidupnya. Saya baru tahu bahwa beliau orang yang berpikir kreatif dan bijaksana. Dan apa yang telah dilaluinya adalah pengalaman berharga yang sesungguhnya.
                Saya merasa sangat sedih saat itu. Selain merasa bersalah pada beliau, saya juga sedih karena membayangkan orang hebat seperti beliau kurang dihormati oleh orang lain. Tidak ada bedanya dengan karunia Tuhan yang diremehkan banyak orang. Bagaimana kalau seandainya itu terjadi pada kita sendiri? Ketika kita sudah mengembangkan talenta kita sebaik mungkin, berusaha sekeras yang kita bisa, merasakan asam garam dunia sesungguhnya yang akhirnya membentuk kita menjadi pribadi yang luar biasa, tetapi kita diabaikan dan tidak dianggap. Tidakkah menyakitkan?
                Apa yang saya lakukan selanjutnya, pasti sudah bisa kalian tebak. Mengubah cara pandang saya terhadapa guru tersebut. Kini saya lebih menghargai beliau dan tidak hanya beliau, karena semua orang memang pantas dihargai.


Rabu, 03 Desember 2014

Random thoughts, crazy idea



Post ini hanyalah pikiran-pikiran spontan yang muncul ketika dihadapkan pada sebuah persoalan. Dari pikiran-pikiran itu, muncullah ide-ide gila yang mungkin tidak akan terpikirkan oleh orang lain. Tapi mungkin saja yang 'gila' inilah yang tepat untuk mengatasi masalah.

Masalah yang harus kita hadapi selama beberapa tahun ini adalah korupsi. Terutama korupsi yang dilakukan para pejabat negara, seperti para menteri, pengurus partai dll. Menurut saya, penyebab utama dari korupsi ini adalah keserakahan manusia. Tetapi dibalik itu semua, kampanye partai adalah hal yang harus diperhatikan. Kampanye yang dilakukan selalu menghabiskan biaya yang sangat besar. Baik untuk spanduk, baliho, kaus, dll. Karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan, keserakahan mulai menguasai pikiran orang-orang yang mengeluarkan biaya tersebut. Sehingga mereka menginginkan uang mereka kembali. Bahkan dalam jumlah yang berlipat ganda. Hingga pada akhirnya, posisi di pemerintahan menjadi alat untuk memperkaya diri dengan cara yang tidak halal.

Ide saya sebagai solusi untuk memecahkan masalah ini adalah mengubah cara kampanye yang mahal. Tujuan utama kampanye, selain mengenalkan diri pada masyarakat juga untuk mengajak masyarakat agar memilih calon tertentu. Mengapa cara itu harus dilakukan dengan memasang ribuan spanduk, bendera, atau bahkan konvoi yang menimbulkan kemacetan? Bahkan memasang iklan di media cetak atau pun media elektronik. Media umum seperti itu seharusnya netral dan tidak memihak. Karena bagi calon yang tidak semakmur calon lainnya, tentu akan kalah pamor. Hal ini tidak adil menurut saya. Iklan-iklan tersebut, bagi saya, tidak lebih dari keinginan untuk menyombongkan diri dan secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk mengenal dirinya sebagai orang yang baik, bertanggung jawab, dsb.

Kampanye yang menurut saya lebih tepat adalah mengumpulkan calon pada satu tempat, dan disediakan kamera dari stasiun televisi. Pada acara tersebut, setiap calon akan memperkenalkan dirinya, menyebutkan visi misinya dan menunjukkan bakat masing-masing. Menyanyi, memainkan alat musik, berpuisi, stand up comedy, atau apa saja asalkan tidak menghina peserta lain. Lalu bisa ditambah dengan debat antar calon dan juga wawancara. Tidak membutuhkan biaya yang banyak kan? Dan saya rasa, adil untuk semua calon.

Itulah sebutir ide aneh yang muncul dalam pikiran saya ketika melihat berita tentang korupsi yang merajalela.
Semoga bisa menginspirasi orang lain untuk mengutarakan ide-ide unik yang tak pernah terpikirkan.

Selasa, 02 Desember 2014

Tips memilih jurusan



Kelas 12 ini, gw dapet tugas untuk bikin desain web. Kelompok gw memutuskan untuk memilih tema jurusan karena gak kepikiran tema lain dan semua anggota kelompok setuju dengan tema tersebut. Nah, karena itu, gw membuat artikel tentang tips memilih jurusan. Silahkan dibaca, ya! Semoga bermanfaat…

TIPS MEMILIH JURUSAN

1.       Mulai sedini mungkin!
Jangan memilih jurusan pada tahun ketigamu di SMA. Lakukanlah pemilihan itu sejak awal SMA atau bahkan sejak SMP.  Dengan begitu, jika kamu sempat berubah pikiran, masih ada cukup waktu untuk memilih.


2.       Jangan ikut-ikutan!
Kamu adalah kamu. Orang lain adalah orang lain. Tidak ada manusia yang sama. Oleh karena itu, jangan mudah terpengaruh dengan orang lain. Biarkan mereka menjadi apa yang mereka mau dan kita menjadi apa yang kita mau. Cita-cita mereka bukanlah cita-cita kita. Jadilah dirimu sendiri dan temukan jati dirimu.


3.       Tentukan tujuan hidupmu!
Setiap manusia memiliki tujuan yang berbeda dalam hidupnya. Tujuan tidak hanya satu, kamu bisa menentukan lebih dari satu, misalnya : gaji besar, jabatan tinggi, pekerjaan aman, memiliki banyak waktu untuk keluarga, menolong orang lain, terkenal, cepat mandiri dan lain-lain. Urutkan tujuan hidup tersebut mulai dari yang paling kamu inginkan.
Tujuan itu akan menjadi salah satu faktor yang menentukan jurusanmu. Jika kamu ingin cepat mandiri, tentunya jurusan kedokteran bukan hal yang tepat. Jika kamu menginginkan pekerjaan yang aman dan tidak menantang atau berisiko, jurusan bisnis tidak cocok denganmu.

4.       Galilah dan kembangkanlah talenta dirimu!
Temukanlah kemampuan yang kamu miliki. Mungkin kamu sudah menemukannya sejak dulu, seperti menyanyi, memainkan alat musik, berhitung, menggambar, olahraga dan masih banyak lagi. Tetapi, jika kamu tidak merasa memiliki talenta dalam hal-hal di atas, cobalah hal-hal baru yang belum pernah kamu lakukan. Seperti misalnya, berbisnis kecil-kecilan, berpartisipasi dalam suatu organisasi, magang di hotel, majalah atau restoran.  Mungkin saja bakatmu adalah berbicara di depan umum, bernegosiasi, atau hal-hal lain yang jarang disadari.

Selain itu, mengikuti psikotes juga bisa menjadi salah satu cara untuk menemukan talentamu. Psikotes biasanya cukup mahal, tetapi ada juga psikotes gratis yang bisa kamu akses di internet seperti :

Hasil tes tersebut bukanlah hal yang mutlak dan 100% benar, tapi bisa dijadikan langkah awal untuk mencari informasi. Setelah menemukan talenta itu, kembangkanlah!


5.       Cocokkan talentamu dengan aktivitas yang kamu sukai!
Terkadang, kita menyukai kegiatan tertentu meskipun kita tidak terlalu ahli di bidang itu. Tetapi, dalam menentukan jurusan, usahakan bidang yang kamu pilih adalah bidang yang kamu kuasai dan kamu sukai. Sehingga ketika kuliah hingga bekerja nanti, kamu akan menikmatinya dan tidak merasa terbebani. Selain itu, kamu juga bisa lebih berprestasi di sana. Dari hobi atau kegiatan yang kamu sukai, carilah yang merupakan salah satu talentamu juga. Itulah yang kira-kira bisa menjadi acuan untuk mencari jurusan.

Kamu juga bisa membayangkan dirimu yang menjalani suatu profesi tertentu di masa depan. Apakah sesuai dengan tujuan hidupmu? Apakah kamu akan menyukainya?


6.       Carilah informasi sebanyak-banyaknya!
Dengan adanya internet, mencari informasi adalah hal yang sangat mudah. Yang penting adalah bagaimana manusia menggunakannya. Carilah informasi tentang jurusan-jurusan yang sempat terbayangkan olehmu karena sesuai dengan bakat dan hobimu. Jika ternyata kamu merasa tidak cocok dengan jurusan itu, jangan berhenti mencari. Jumlah jurusan yang tersedia tidak hanya satu atau sepuluh saja, melainkan ratusan atau bahkan ribuan. Hanya saja, tidak semua jurusan itu banyak diminati. Jurusan yang kurang diminati bukan berarti tidak memiliki prospek kerja yang bagus. Mungkin saja, banyak masyarakat yang tidak mengetahui peluang kerja  jurusan tersebut. Justru, dengan sedikitnya peminat di bidang tersebut, sainganmu akan berkurang.

Contoh website yang memberikan informasi mengenai jurusan :

Kemudian, jika kamu sudah menemukan jurusan yang pasti, carilah universitas yang mempunyai program studi di jurusan tersebut!


Catatan tambahan :
Ada kalanya kita khawatir jika karir kita nanti tidak sesuai dengan jurusan kuliah kita. Itu bukan masalah. Karena yang penting adalah kita mempelajari apa yang kita suka dan menyukai apa yang kita pelajari. Jika nantinya kita menjalani karir yang tidak sesuai dengan jurusan kita, itu adalah masa depan. Yang penting adalah kita menikmati setiap momen dalam hidup kita dan bahagia menjalaninya.

SELAMAT MENCARI JURUSAN!!!