Suatu hari, ada seorang teman (orang Indonesia) bilang begini,
"Kasihan ya orang Jepang. Mereka nggak mengenal Tuhan, nggak punya agama."
Saya juga orang Indonesia. Saya lahir dan besar di negara yang mewajibkan semua penduduknya punya agama. Tapi setelah lulus SMA, saya pergi ke Jepang, negara yang sebagian besar penduduknya tidak punya agama dan tidak percaya Tuhan. Kemudian, cara pikir saya berubah.
Kalau dulu saat tinggal di Indonesia, saya akan berpendapat sama dengan teman saya. Tapi sekarang, menurut saya, seandainya saya adalah orang Jepang, saya akan bilang begini,
"Kasihan ya orang Indonesia. Mereka percaya Tuhan dan punya agama. Tapi mereka ribut dan bertengkar satu sama lain karena agama mereka."
Tampilkan postingan dengan label Lain Lagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain Lagi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 14 Mei 2017
Kamis, 03 November 2016
Ceritanya mau ada demo
Tanggal 4 November, katanya bakal ada demo di Jakarta. Biarpun gw di Jepang, gw tau tentang hal ini dan yah kurang lebih tau penyebabnya. Tapi gw tetep gak paham. Yasudahlah, nanti gw coba pikirin lagi.
Anyway, sekarang udah jam 2 pagi. Dan gw harusnya tidur. Tapi dengan adanya demo besok, gw jadi kepikiran. Selain keluarga dan teman2, gw khawatir banget sama SMA gw dan gereja katedral. Letaknya di seberang Masjid Istiqlal dan besok para pendemo bakalan pergi ke sana. Gw bener-bener berharap mereka cuma berdemo dan gak merusak infrastruktur. Gw cinta banget sama SMA gw dan gereja katedral. Dan ketika gw balik ke Indonesia, gw mau mereka masih utuh sama seperti waktu gw ninggalin mereka. Plis banget jangan rusak bangunan, taman dan lain-lainnya. Berpendapat boleh, tapi jangan merugikan orang lain.
Minggu, 18 September 2016
The decreasing happiness
Di era yang serba maju ini, sadar gak sih kalau tingkat kebahagiaan kita justru berkurang?
Gw yang memang kecemplung di dunia smartphone, internet dan sebagainya, sejujurnya gak menyadari hal itu sama sekali. Sampai suatu hari, gw baca blognya Diana Rikasari. Di situ dia tulis tentang kebahagiaan manusia yang berkurang karena adanya social media. Setelah dipikir-pikir, bener juga.
Kak Diana ngasih contoh, betapa dia jadi kepo sama orang-orang yang dia liat di instagram. Lalu berakhir dengan rasa iri, iri liat tas mahalnya, misalnya. Agak beda pengaruhnya di gw. Gw gak ngeliatin tasnya atau sepatunya. Tapi ya kalo ngeliat foto-foto temen-temen gw yang liburan ke pantai-pantai bagus di Indonesia atau ke luar negeri, gw iri juga.
Sebenernya post itu udah cukup lama. Tapi baru hari ini gw bener-bener sadar, kalau itu bener banget dan bisa dibilang membahayakan psikologi gw. Kenapa?
Coba bayangin. Sekarang kita chatting pakai Line, atau Whatsapp yang bisa ngasih tau kita pesan kita udah dibaca atau belum. Ini sangat menjadi pikiran buat gw.
Kalau gak di read lamaaaaaa.... "Aduh, jangan-jangan dia marah." "Eh, gw salah ngomong gak ya?" "Ih, songong banget nih orang, gak baca pesan gw."
Kalau di read tapi gak dibales, "Yah, mustinya tadi gw gak ngomong kayak gitu ya." "Dia kok gak bales apa-apa sih... Jangan-jangan dia males ngomong sama gw." "Tau gitu, lain kali gak usah gw bales chatnya dia."
Kalo balesannya singkat... "Lagi bete nih kayaknya." "Dingin banget sih."
Dan lain-lain...
Terus di grup... Nggak tau kenapa gw punya sihir. Kalo gw abis ngomong di grup, pasti grupnya langsung hening. Sepi. Gak ada yang bales lagi. Di situ gw merasa sedih. Gw merasa gak dianggap.
Terus instagram yang gunanya buat upload foto-foto, malah jadi sumber rasa kesal. Misalnya gw upload foto apa gitu. Tapi temen gw gak nge-like. Lalu mulailah gw membuat kemungkinan sebabnya. "Fotonya jelek menurut dia." "Dia gak suka sama gw." "Dia gak nge-like foto gw karena gw juga gak nge-like foto dia." dan seterusnya... Gak tau sih ini cuma terjadi sama gw apa sama orang-orang lain juga. Tapi yang jelas, dampaknya nggak positif. Capek juga kayak gini. Mikirin hal-hal yang padahal gak usah dipikirin pun tetep bisa hidup.
Gw yang memang kecemplung di dunia smartphone, internet dan sebagainya, sejujurnya gak menyadari hal itu sama sekali. Sampai suatu hari, gw baca blognya Diana Rikasari. Di situ dia tulis tentang kebahagiaan manusia yang berkurang karena adanya social media. Setelah dipikir-pikir, bener juga.
Kak Diana ngasih contoh, betapa dia jadi kepo sama orang-orang yang dia liat di instagram. Lalu berakhir dengan rasa iri, iri liat tas mahalnya, misalnya. Agak beda pengaruhnya di gw. Gw gak ngeliatin tasnya atau sepatunya. Tapi ya kalo ngeliat foto-foto temen-temen gw yang liburan ke pantai-pantai bagus di Indonesia atau ke luar negeri, gw iri juga.
Sebenernya post itu udah cukup lama. Tapi baru hari ini gw bener-bener sadar, kalau itu bener banget dan bisa dibilang membahayakan psikologi gw. Kenapa?
Coba bayangin. Sekarang kita chatting pakai Line, atau Whatsapp yang bisa ngasih tau kita pesan kita udah dibaca atau belum. Ini sangat menjadi pikiran buat gw.
Kalau gak di read lamaaaaaa.... "Aduh, jangan-jangan dia marah." "Eh, gw salah ngomong gak ya?" "Ih, songong banget nih orang, gak baca pesan gw."
Kalau di read tapi gak dibales, "Yah, mustinya tadi gw gak ngomong kayak gitu ya." "Dia kok gak bales apa-apa sih... Jangan-jangan dia males ngomong sama gw." "Tau gitu, lain kali gak usah gw bales chatnya dia."
Kalo balesannya singkat... "Lagi bete nih kayaknya." "Dingin banget sih."
Dan lain-lain...
Terus di grup... Nggak tau kenapa gw punya sihir. Kalo gw abis ngomong di grup, pasti grupnya langsung hening. Sepi. Gak ada yang bales lagi. Di situ gw merasa sedih. Gw merasa gak dianggap.
Terus instagram yang gunanya buat upload foto-foto, malah jadi sumber rasa kesal. Misalnya gw upload foto apa gitu. Tapi temen gw gak nge-like. Lalu mulailah gw membuat kemungkinan sebabnya. "Fotonya jelek menurut dia." "Dia gak suka sama gw." "Dia gak nge-like foto gw karena gw juga gak nge-like foto dia." dan seterusnya... Gak tau sih ini cuma terjadi sama gw apa sama orang-orang lain juga. Tapi yang jelas, dampaknya nggak positif. Capek juga kayak gini. Mikirin hal-hal yang padahal gak usah dipikirin pun tetep bisa hidup.
Jumat, 05 Desember 2014
Don't judge a book by its cover
Judul post ini, mungkin udah
familiar banget, ya. Bahkan banyak orang udah bosen dengernya. Tapi baru bulan
lalu gw menyadari betul makna dari kalimat tersebut.
“Don’t judge a book by its cover”
-> “Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya” -> “Jangan menilai orang
dari penampilannya”
Kisah
ini bermulai dari seorang guru. Di sekolah, guru ini mempunyai cara mengajar
yang agak berbeda. Sebetulnya tidak ada yang salah dari cara mengajarnya.
Tetapi, ada beberapa murid yang tidak sreg dengan cara seperti itu.
Lama-kelamaan, efeknya semakin terlihat. Banyak murid menjadi kurang hormat
pada guru tersebut.
Kemudian,
suatu hari saya iseng mencari blog milik beliau. Saya tidak menyangka, ketika
membaca post di blog itu, saya seperti melihat beliau dari sisi yang berlawanan
180°.
Beliau adalah seorang yang hebat. Beliau adalah seorang yang tangguh. Beliau
bukan ‘berbeda’ tetapi ‘unik’. Apa yang saya lihat sehari-hari dalam diri
beliau sama sekali tidak memperlihatkan apa yang sudah beliau lalui sepanjang
hidupnya. Saya baru tahu bahwa beliau orang yang berpikir kreatif dan
bijaksana. Dan apa yang telah dilaluinya adalah pengalaman berharga yang
sesungguhnya.
Saya
merasa sangat sedih saat itu. Selain merasa bersalah pada beliau, saya juga
sedih karena membayangkan orang hebat seperti beliau kurang dihormati oleh
orang lain. Tidak ada bedanya dengan karunia Tuhan yang diremehkan banyak
orang. Bagaimana kalau seandainya itu terjadi pada kita sendiri? Ketika kita
sudah mengembangkan talenta kita sebaik mungkin, berusaha sekeras yang kita
bisa, merasakan asam garam dunia sesungguhnya yang akhirnya membentuk kita
menjadi pribadi yang luar biasa, tetapi kita diabaikan dan tidak dianggap.
Tidakkah menyakitkan?
Apa
yang saya lakukan selanjutnya, pasti sudah bisa kalian tebak. Mengubah cara
pandang saya terhadapa guru tersebut. Kini saya lebih menghargai beliau dan
tidak hanya beliau, karena semua orang memang pantas dihargai.
Rabu, 03 Desember 2014
Random thoughts, crazy idea
Post ini hanyalah pikiran-pikiran spontan yang muncul ketika
dihadapkan pada sebuah persoalan. Dari pikiran-pikiran itu, muncullah ide-ide
gila yang mungkin tidak akan terpikirkan oleh orang lain. Tapi mungkin saja
yang 'gila' inilah yang tepat untuk mengatasi masalah.
Masalah yang harus kita hadapi selama beberapa tahun ini
adalah korupsi. Terutama korupsi yang dilakukan para pejabat negara, seperti
para menteri, pengurus partai dll. Menurut saya, penyebab utama dari korupsi
ini adalah keserakahan manusia. Tetapi dibalik itu semua, kampanye partai
adalah hal yang harus diperhatikan. Kampanye yang dilakukan selalu menghabiskan
biaya yang sangat besar. Baik untuk spanduk, baliho, kaus, dll. Karena besarnya
biaya yang harus dikeluarkan, keserakahan mulai menguasai pikiran orang-orang
yang mengeluarkan biaya tersebut. Sehingga mereka menginginkan uang mereka
kembali. Bahkan dalam jumlah yang berlipat ganda. Hingga pada akhirnya, posisi
di pemerintahan menjadi alat untuk memperkaya diri dengan cara yang tidak halal.
Ide saya sebagai solusi untuk memecahkan masalah ini adalah
mengubah cara kampanye yang mahal. Tujuan utama kampanye, selain mengenalkan
diri pada masyarakat juga untuk mengajak masyarakat agar memilih calon
tertentu. Mengapa cara itu harus dilakukan dengan memasang ribuan spanduk,
bendera, atau bahkan konvoi yang menimbulkan kemacetan? Bahkan memasang iklan
di media cetak atau pun media elektronik. Media umum seperti itu seharusnya
netral dan tidak memihak. Karena bagi calon yang tidak semakmur calon lainnya,
tentu akan kalah pamor. Hal ini tidak adil menurut saya. Iklan-iklan tersebut,
bagi saya, tidak lebih dari keinginan untuk menyombongkan diri dan secara tidak
langsung memaksa masyarakat untuk mengenal dirinya sebagai orang yang baik,
bertanggung jawab, dsb.
Kampanye yang menurut saya lebih tepat adalah mengumpulkan
calon pada satu tempat, dan disediakan kamera dari stasiun televisi. Pada acara
tersebut, setiap calon akan memperkenalkan dirinya, menyebutkan visi misinya
dan menunjukkan bakat masing-masing. Menyanyi, memainkan alat musik, berpuisi,
stand up comedy, atau apa saja asalkan tidak menghina peserta lain. Lalu bisa
ditambah dengan debat antar calon dan juga wawancara. Tidak membutuhkan biaya
yang banyak kan? Dan saya rasa, adil untuk semua calon.
Itulah sebutir ide aneh yang muncul dalam pikiran saya
ketika melihat berita tentang korupsi yang merajalela.
Semoga bisa menginspirasi orang lain untuk mengutarakan
ide-ide unik yang tak pernah terpikirkan.
Selasa, 02 Desember 2014
Tips memilih jurusan
Kelas 12 ini, gw dapet tugas
untuk bikin desain web. Kelompok gw memutuskan untuk memilih tema jurusan
karena gak kepikiran tema lain dan semua anggota kelompok setuju dengan tema
tersebut. Nah, karena itu, gw membuat artikel tentang tips memilih jurusan.
Silahkan dibaca, ya! Semoga bermanfaat…
TIPS MEMILIH JURUSAN
1. Mulai
sedini mungkin!
Jangan memilih
jurusan pada tahun ketigamu di SMA. Lakukanlah pemilihan itu sejak awal SMA
atau bahkan sejak SMP. Dengan begitu,
jika kamu sempat berubah pikiran, masih ada cukup waktu untuk memilih.
2. Jangan
ikut-ikutan!
Kamu adalah
kamu. Orang lain adalah orang lain. Tidak ada manusia yang sama. Oleh karena
itu, jangan mudah terpengaruh dengan orang lain. Biarkan mereka menjadi apa
yang mereka mau dan kita menjadi apa yang kita mau. Cita-cita mereka bukanlah
cita-cita kita. Jadilah dirimu sendiri dan temukan jati dirimu.
3. Tentukan
tujuan hidupmu!
Setiap manusia memiliki tujuan yang berbeda dalam hidupnya. Tujuan tidak hanya satu, kamu bisa menentukan lebih dari satu, misalnya : gaji besar, jabatan tinggi, pekerjaan aman, memiliki banyak waktu untuk keluarga, menolong orang lain, terkenal, cepat mandiri dan lain-lain. Urutkan tujuan hidup tersebut mulai dari yang paling kamu inginkan.
Setiap manusia memiliki tujuan yang berbeda dalam hidupnya. Tujuan tidak hanya satu, kamu bisa menentukan lebih dari satu, misalnya : gaji besar, jabatan tinggi, pekerjaan aman, memiliki banyak waktu untuk keluarga, menolong orang lain, terkenal, cepat mandiri dan lain-lain. Urutkan tujuan hidup tersebut mulai dari yang paling kamu inginkan.
Tujuan itu akan
menjadi salah satu faktor yang menentukan jurusanmu. Jika kamu ingin cepat
mandiri, tentunya jurusan kedokteran bukan hal yang tepat. Jika kamu
menginginkan pekerjaan yang aman dan tidak menantang atau berisiko, jurusan
bisnis tidak cocok denganmu.
4. Galilah
dan kembangkanlah talenta dirimu!
Temukanlah
kemampuan yang kamu miliki. Mungkin kamu sudah menemukannya sejak dulu, seperti
menyanyi, memainkan alat musik, berhitung, menggambar, olahraga dan masih
banyak lagi. Tetapi, jika kamu tidak merasa memiliki talenta dalam hal-hal di
atas, cobalah hal-hal baru yang belum pernah kamu lakukan. Seperti misalnya,
berbisnis kecil-kecilan, berpartisipasi dalam suatu organisasi, magang di
hotel, majalah atau restoran. Mungkin
saja bakatmu adalah berbicara di depan umum, bernegosiasi, atau hal-hal lain
yang jarang disadari.
Selain itu,
mengikuti psikotes juga bisa menjadi salah satu cara untuk menemukan talentamu.
Psikotes biasanya cukup mahal, tetapi ada juga psikotes gratis yang bisa kamu
akses di internet seperti :
Hasil tes
tersebut bukanlah hal yang mutlak dan 100% benar, tapi bisa dijadikan langkah
awal untuk mencari informasi. Setelah menemukan talenta itu, kembangkanlah!
5. Cocokkan
talentamu dengan aktivitas yang kamu sukai!
Terkadang, kita
menyukai kegiatan tertentu meskipun kita tidak terlalu ahli di bidang itu.
Tetapi, dalam menentukan jurusan, usahakan bidang yang kamu pilih adalah bidang
yang kamu kuasai dan kamu sukai. Sehingga ketika kuliah hingga bekerja nanti,
kamu akan menikmatinya dan tidak merasa terbebani. Selain itu, kamu juga bisa
lebih berprestasi di sana. Dari hobi atau kegiatan yang kamu sukai, carilah
yang merupakan salah satu talentamu juga. Itulah yang kira-kira bisa menjadi
acuan untuk mencari jurusan.
Kamu juga bisa
membayangkan dirimu yang menjalani suatu profesi tertentu di masa depan. Apakah
sesuai dengan tujuan hidupmu? Apakah kamu akan menyukainya?
6. Carilah
informasi sebanyak-banyaknya!
Dengan adanya
internet, mencari informasi adalah hal yang sangat mudah. Yang penting adalah
bagaimana manusia menggunakannya. Carilah informasi tentang jurusan-jurusan
yang sempat terbayangkan olehmu karena sesuai dengan bakat dan hobimu. Jika
ternyata kamu merasa tidak cocok dengan jurusan itu, jangan berhenti mencari.
Jumlah jurusan yang tersedia tidak hanya satu atau sepuluh saja, melainkan
ratusan atau bahkan ribuan. Hanya saja, tidak semua jurusan itu banyak diminati.
Jurusan yang kurang diminati bukan berarti tidak memiliki prospek kerja yang
bagus. Mungkin saja, banyak masyarakat yang tidak mengetahui peluang kerja jurusan tersebut. Justru, dengan sedikitnya
peminat di bidang tersebut, sainganmu akan berkurang.
Contoh website yang memberikan informasi
mengenai jurusan :
Kemudian, jika
kamu sudah menemukan jurusan yang pasti, carilah universitas yang mempunyai
program studi di jurusan tersebut!
Catatan tambahan :
Ada kalanya kita khawatir jika
karir kita nanti tidak sesuai dengan jurusan kuliah kita. Itu bukan masalah.
Karena yang penting adalah kita mempelajari apa yang kita suka dan menyukai apa
yang kita pelajari. Jika nantinya kita menjalani karir yang tidak sesuai dengan
jurusan kita, itu adalah masa depan. Yang penting adalah kita menikmati setiap
momen dalam hidup kita dan bahagia menjalaninya.
SELAMAT MENCARI JURUSAN!!!
Selasa, 25 Desember 2012
Broken Glass Jelly
Menjelang ulangan semester, guru inggris gw ngasih tugas buat nulis langkah-langkah bikin makanan yang unik atau kandang hewan yang unik. Gw, Natasia sama Christa milih yang masakan. Dan gw bikin Broken glass jelly yang sangat menggoda mata dan perut #eh. Enak dan gak susah, tapi agak ribet sih bikinnya. Tapi hasilnya worth it lah...
Btw, Merry Christmas all!!! :D
Rabu, 19 Desember 2012
Be wise!
Akhir-akhir ini kayaknya gw jarang nge-post tentang hal-hal yang bikin gw kesel. Sebenernya banyak banget yang mau gw ceritain tentang hal-hal yang bikin gw kesel dan marah. Tapi, gw mikir, blog ini gw bikin supaya gw bisa inget kejadian-kejadian di hidup gw. Dan, untuk apa gw inget2 kejadian yang bikin gw kesel? Gak ada gunanya. Jadi, gw berusaha sebisa mungkin untuk nge-post hal-hal yang penting dan bikin gw bahagia aja. Be wise!
Selasa, 10 Juli 2012
Let's Laugh!
Actually I'm confused to post something. I don't know what to post because I haven't had any new story or experiences. So, I hope you enjoy this post which most of the pictures are taken from 9gag. I'm sorry if it's a little bit weird.
These are what I do everyday :
Kamis, 07 Juni 2012
Kamis, 31 Mei 2012
Huft....
Haiiii! Gw udah selesai jualan lhoooo hahahaha... Bebas rasanya, tapi aneh. Gw udah gak teriak-teriak lagi di sekolah nawarin baik minuman maupun makanan pada adek kelas yang lagi sibuk belajar tapi keganggu sama suara gw. Wkwkwkwk Maafin aku yaaaaa hehe.
Cerita apalagi ya? Oh, iya beberapa hari yang lalu gw ke MangDu. Pas baru sampe, gw pengen ke toilet dan nyokap gw nanya-nanya ke orang yang dagang di situ. Pertama nanya ke mas-mas, disuruh nanya mbak-mbak yang di sebelah tokonya. Akhirnya dia ditanya sama nyokap gw, toiletnya dimana. Tau gak dia jawab apa??
"Aduh, Bu! Saya lagi makan! Mending ibu tanya orang lain aja deh. Saya lagi makan soalnya. Ibu tanya yang lain aja!"
...............................................................................................................
PLISSS DEH MBAAAAK!!!! Nanya sopan2 kok dijawabnya jutek amat! Gak tau sopan santun! Gak punya etika! Tinggal kasih tau toilet dimana, kok susah???? WTF!!!!! Kalo gw jadi bos lw, lw udah dari kapan tau jadi gelandangan kali! IH!!! Makan pake plastik aja bangga! >:P
Huft... yasudahlah... Biar Tuhan yang membalas. :)
Cerita apalagi ya? Oh, iya beberapa hari yang lalu gw ke MangDu. Pas baru sampe, gw pengen ke toilet dan nyokap gw nanya-nanya ke orang yang dagang di situ. Pertama nanya ke mas-mas, disuruh nanya mbak-mbak yang di sebelah tokonya. Akhirnya dia ditanya sama nyokap gw, toiletnya dimana. Tau gak dia jawab apa??
"Aduh, Bu! Saya lagi makan! Mending ibu tanya orang lain aja deh. Saya lagi makan soalnya. Ibu tanya yang lain aja!"
...............................................................................................................
PLISSS DEH MBAAAAK!!!! Nanya sopan2 kok dijawabnya jutek amat! Gak tau sopan santun! Gak punya etika! Tinggal kasih tau toilet dimana, kok susah???? WTF!!!!! Kalo gw jadi bos lw, lw udah dari kapan tau jadi gelandangan kali! IH!!! Makan pake plastik aja bangga! >:P
Huft... yasudahlah... Biar Tuhan yang membalas. :)
Jumat, 25 Mei 2012
HAPPY BIRTHDAY ELKE DEVINNA!!!
Hope you like the not surprising surpised. :)
Wish you all the best yaw...
Once again, HAPPY BIRTHDAY PENUMPANG TELADAN!!! :D
Wish you all the best yaw...
Once again, HAPPY BIRTHDAY PENUMPANG TELADAN!!! :D
Minggu, 13 Maret 2011
SM*SH
Gw lagi suka banget sama SM*SH. Apalagi sejak ngeliat mereka manggung secara langsung di BCP. Hahaha padahal 2 hari setelah gw liat mereka tanggal 5 Maret kemaren gw ada ulangan mid semester... Kebetulan banget, gw sama bokap gw lagi mau belanja di HariHari cuma karena jam setengah 10 gw udah dateng dan mallnya belom buka, gw sama bokap gw ke dunkin donut dulu ngemil2 gitu. Pas gw baru nyampe aja udah banyak banget cewek2 yang nunggu di situ. Tadinya gw kirain ada apa gitu, gak taunya mau ada SM*SH, gw langsung deh mohon2 ke bokap gw buat nonton SM*SH jam 2. Akhirnya dibolehin, mumpung gratis katanya daripada gw beli tiket 25 juta buat nonton sekali *oke ini lebay.

Tapi sayang gw ngeliat mereka dari lantai 3 sementara mereka ada di lantai 1. Oh, iya pas mereka lagi nyanyi lagu Inikah Cinta, Morgan tuh meragain gaya cenat-cenutnya ke arah gw! (Oke, bukan ke gw tapi ke arah lantai 3) Dan yah, para SMASHBLAST pada histeris sendiri. Ngomong2 gw di sana anak marsud sendiri deh kayaknya, soalnya temen2 gw kan lagi pada belajar di rumah buat UTS hari senennya, biasalah...
Btw, personil mereka kan ada 7 orang, dan yang paling gw suka adalah Rafael (BUKAN RAFAEL MARSUDI!)

Apalagi pas disini, tatapan matanya.... beh, dalem banget!

Yah, sebenernya Morgan juga cakep, sih. Tapi gw udah terlanjur bilang Rafael paling ganteng jadi gw suka Rafael aja deh... :3 Tapi Morgan tetep ganteng kok, hahaha...

Oh, iya ngomong2 Morgan ini ultahnya sama kayak Elke lho, yakni tanggal 25 Mei. Kok bisa, ya ke?
Hmmm... Dan harapan gw di tahun 2011 ini nambah, yaitu :
1. Ketemu SM*SH secara langsung (Bukan pas mereka manggung, tapi di tempat yang khusus gitu, halah ngarep)
2. Foto bareng SM*SH dan foto berempat sama Rafael, Morgan n Bisma (Ngarep banget sumpah)
3. Ngobrol panjang lebar sama SM*SH (Kalo gw jadi wartawan baru bisa kali, ya...)
Lagi kena demam SM*SH nih, nakanya hati gw cenat-cenut (?) yah, doakan gw cepet sembuh, ya...
No more mellow say no to galau! xD
Salam cenat-cenut! x3

Tapi sayang gw ngeliat mereka dari lantai 3 sementara mereka ada di lantai 1. Oh, iya pas mereka lagi nyanyi lagu Inikah Cinta, Morgan tuh meragain gaya cenat-cenutnya ke arah gw! (Oke, bukan ke gw tapi ke arah lantai 3) Dan yah, para SMASHBLAST pada histeris sendiri. Ngomong2 gw di sana anak marsud sendiri deh kayaknya, soalnya temen2 gw kan lagi pada belajar di rumah buat UTS hari senennya, biasalah...
Btw, personil mereka kan ada 7 orang, dan yang paling gw suka adalah Rafael (BUKAN RAFAEL MARSUDI!)

Apalagi pas disini, tatapan matanya.... beh, dalem banget!

Yah, sebenernya Morgan juga cakep, sih. Tapi gw udah terlanjur bilang Rafael paling ganteng jadi gw suka Rafael aja deh... :3 Tapi Morgan tetep ganteng kok, hahaha...

Oh, iya ngomong2 Morgan ini ultahnya sama kayak Elke lho, yakni tanggal 25 Mei. Kok bisa, ya ke?
Hmmm... Dan harapan gw di tahun 2011 ini nambah, yaitu :
1. Ketemu SM*SH secara langsung (Bukan pas mereka manggung, tapi di tempat yang khusus gitu, halah ngarep)
2. Foto bareng SM*SH dan foto berempat sama Rafael, Morgan n Bisma (Ngarep banget sumpah)
3. Ngobrol panjang lebar sama SM*SH (Kalo gw jadi wartawan baru bisa kali, ya...)
Lagi kena demam SM*SH nih, nakanya hati gw cenat-cenut (?) yah, doakan gw cepet sembuh, ya...
No more mellow say no to galau! xD
Salam cenat-cenut! x3
Kamis, 02 September 2010
Blog
Karena gw adalah orang yang baik hati dan tidak sombong (?), maka gw akan mempromosikan 2 blog yang sangat gw kagumi karena bisa bikin gw ketawa atau senyum2 sendiri kayak orang gila. 2 blogger yang (tidak) beruntung itu adalah :
1. Elke Devinna.
Alamat blognya Ulet-mania.blogspot.com
atau klik di SINI
2. Antonius Bagas.
Alamat blognya Kenapabagasbodoh.blogspot.com
atau tinggal klik aja di SINI
Baek kan gw???
Selamat membaca :)
1. Elke Devinna.
Alamat blognya Ulet-mania.blogspot.com
atau klik di SINI
2. Antonius Bagas.
Alamat blognya Kenapabagasbodoh.blogspot.com
atau tinggal klik aja di SINI
Baek kan gw???
Selamat membaca :)
Selasa, 22 Desember 2009
Rei Okamoto
Langganan:
Postingan (Atom)























