Jumat, 30 September 2016

Speech Contest


Tiap tahun, Tokyo Japanese Language Education Center atau JASSO Tokyo atau sekolah bahasa gw, mengadakan lomba pidato untuk murid-muridnya. Tahun 2015 kemarin, gw hanya menonton kedua senpai gw (tanpa mengerti arti pidatonya) dan mengagumi mereka berdua yang mendapat juara 1 dan 2. Nah, karena mereka berdua sangat luar biasa, guarantor gw bilang bahwa beliau juga berharap pada gw dan temen seangkatan gw. Hal tersebut menjadi alasan yang sangat kuat untuk mengikuti lomba pidato ini. Daripada gw ditanya oleh beliau, "Kenapa kamu tidak ikut lomba pidato?" mendingan gw memikirkan tema, menulis pidato dan mengikuti kontes tersebut. Alasan kedua, mumpung bisa didengarkan oleh banyak orang, gw bisa menyampaikan pesan yang ingin gw sampaikan. Alasan ketiga, latihan bahasa Jepang. Keempat, kalau menang, siapa tahu hadiahnya adalah sesuatu yang sedang atau akan gw butuhkan.

Sebelum libur musim panas, Koike sensei, wali kelas gw yang lama menunjukkan contoh video speech tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya speechnya Kak Adrian yang berjudul "Wan Wan". Sekarang gw sudah mengerti pidatonya. Isinya bagus banget ternyata. Setelah itu sensei juga menjelaskan cara menulis pidato yang baik. Misalnya, ambil satu pengalaman hidup kami yang berhubungan dengan tema, jangan membuat pidato yang memamerkan kepintaran kamu sampai susah dimengerti, bicarakan hal yang hanya kamu yang bisa bicarakan. Kemudian, semua murid diberi PR musim panas, yakni membuat outline naskah pidato.

Selama liburan, gw udah berusaha memikirkan ide yang bagus untuk ditulis. Tapi ide yang bagusnya itu nggak keluar. Pertama-tama, karena gw baca manga tentang filosofi Nietzsche, ada satu bagian yang membuat gw tersentuh. "Cara setiap manusia melihat dunia ini berbeda-beda. Mungkin selama ini kita pikir kita hidup di dunia yang sama, tapi kenyataannya tidak karena tiap orang memiliki cara pandang dan prioritas masing-masing." Keren banget, kan! Lalu, gw juga pernah nonton vlognya Pao2 LDP yang waktu dia sharing di mana gitu. Intinya di situ dia bilang, "Kenapa kalau kita sedih kita selalu nanya, kenapa kita? Tapi saat kita senang, kita nggak pernah nanya kenapa kita?" Ya kurang lebih seperti itulah. Menurut gw ini juga bagus banget, terutama karena gw pengen menyadarkan seorang temen gw. Maka awalnya, gw kepengen nulis pidato tentang kedua hal itu. Tapi mau dipikir bagaimanapun juga, kok nggak nyambung-nyambung ya...

Kemudian, pada tanggal 16 Agustus, gw sama Aaron pergi ke rumah seorang tante untuk mengambil daun pisang (dan menebang pohonnya) demi membuat nasi tumpeng tanggal 17. Untuk pertama kalinya Aaron nebang pohon dan untuk pertama kalinya gw ngeliat orang nebang pohon. Lol. Di situ, gw tiba-tiba mendapat pencerahan! Gw memang mengidam-idamkan Keio University yang punya semboyan "Calamvs Gladio Fortior" yang artinya "Pena lebih tajam daripada pedang". Dan menurut gw, semboyan itu bener banget! Sama kayak quotes yang pernah gw baca kurang lebih seperti ini, "Pedang bisa menembus satu tubuh, tapi tulisan bisa menembus ribuan kepala". Terus apa hubungannya sama nebang pohon? Ketika kita menebang pohon, apa semboyang yang bagus banget itu masih berlaku? Coba aja tebang pohon pake pulpen, niscaya pohon lainnya sudah tumbuh lebat duluan. Lalu mulailah gw berpikir serius untuk pidato ini.

Tapi tetep aja deh. Gw bukannya mau nulis pidato dengan baik, malah pengen masukin tiga hal berbeda yang mau gw sampaikan. Akhirnya tetep gak bisa nulis juga karena tiga-tiganya gak nyambung. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup (mungkin), gw gak asal maksain biar nyambung. Gw mencoba menggambarkan hubungan dari tiga hal itu. Tema besarnya adalah 'Cara melihat'. Dari situ dibagi tiga.
1. Calamvs Gladio Fortior -> Nebang pohon -> Sedih kenapa kita? Senang kenapa kita?
2. Macam-macam (-> Toleransi)-> Lihatlah dunia ini seperti bagaimana kamu menginginkannya
3. Bukan soal hasil

Nah lho, ide lamanya masih gak nyambung, malah nambah ide lain. Hahahahaha...  Oh, tapi Stephanie berusaha untuk mulai menulis naskah dari ide yang belum matang itu. Dari ide yang pertama. Kemudian, ketika mulai menulis, tangan ini dengan lancar menari di atas agenda 100 yen yang pernah ketumpahan air. Dan jadinya apa saudara-saudara... Jadilah cerita yang lain. HAHAHAHA
Ini emang gw yang kebanyakan ide, atau emang gak bisa nulis dengan baik ya, pikir gw saat itu. Akhirnya gw diemin tulisan itu selama beberapa lama karena gw masih shock dengan kemampuan gw.

Kemudian pada suatu hari, gw telpon-telponan sama Isselin. Kayaknya waktu itu dia masih libur, makanya dengan rela mendengarkan segala hal gak penting yang pengen gw omongin. Fyi, gw nulis hal-hal penting atau berkesan yang terjadi dalam satu bulan di agenda gw. Tujuannya sebenernya buat nulis laporan Mitsui. Soalnya dulu-dulu gw lupa terus apa yang udah terjadi dalam tiga bulan terakhir. Makanya gw nulis hal-hal yang berkesan di agenda gw. Nah waktu itu, gw cerita ke Isselin semua hal yang gw tulis di bagian bulan Agustus. Ada sekitar 9-10 gitu. Dari sekian banyaknya cerita, yang paling membuat Isselin tertarik (atau ya at least, dia terdengar sangat tertarik) adalah 'Hal yang saya pelajari dari Kouhai'. Kouhai itu artinya adik kelas, atau junior baik di sekolah maupun tempat kerja gitu. Di Jepang, senioritas bisa dibilang cukup tinggi dan kouhai itu biasanya disuruh-suruh, dianggap merepotkan menurut gw. Bahkan kalau dicari di internet definisi senpai (senior) adalah orang yang gak akan me-notice kouhai. Bisa dibayangkan betapa tidak dianggapnya kouhai.
Nah tapi... Gw yang punya rasa ingin tahu, iseng-iseng nge-stalk kouhai Mitsui yang baru. Kebetulan orangnya gampang banget di-stalk. Aktif di Facebook, Instagram gak di-lock, punya blog juga lagi. Makin semangat lah gw nge-stalknya #eh. Ini sekitar bulan Juli ceritanya. Saat-saat di mana gw udah lelah abis EJU, JLPT dan deg-degan nunggu hasilnya. Ketika gw baca blognya, di situ ada cerita tentang bagaimana dia melalui seleksi beasiswa sampai pengumuman diterima. Postingan itu mengingatkan gw dengan post gw mengenai hal yang sama tahun lalu. Ternyata sama. Saat itu gw percaya bahwa tulisan bisa menggambarkan perasaan. Gw baca lagi post gw yang lama itu, dan gw kembali teringat perasaan gw waktu itu. Seneng, semangat, positif bangetlah pokoknya. Dari situ gw merasa belajar dari kouhai.

Gw yang tadinya mikir gak mau cerita soal speech ke Isselin, akhirnya konsultasi ke dia. Dan setelah gw kasih tau semua ide gw dan juga coret-coretan di agenda, dia semakin meyakinkan gw untuk melanjutkan ide yang di coret-coretan gw.

Ide besar sudah ada nih, tinggal nulis. Tapi... waktu itu gw juga sibuk mempersiapkan tes Waseda tanggal 3 September. Ditambah lagi wali kelas gw yang sekarang nggak menentukan deadline ngumpulin naskah. Jadilah gw ingin mengikuti jejak senpai gw yang nulis naskah speech sepulang tes Waseda, di Jonathan sambil mabok macha. Hahaha... Tapi ujung-ujungnya gw dan temen seangkatan gw kecapekan abis tes dan langsung pulang setelah makan McD. Keesokan harinya pun gw masih belum ada niat untuk nulis. Hari senin pulang sekolah, barulah gw ngetik naskahnya di perpus sekolah. Waktu ngetik itu, ide-ide tambahan bermunculan banyakkkk banget. Buat pengantar, penghubung, penutup jadi cepet nulisnya. Gw yang tadinya juga pengen masukin humor ke dalam speech, bisa tercapai. Selama ngetik naskahnya, gw senyum-senyum sendiri. Geli membayangkan betapa lucunya pidato ini waktu dibacakan nanti. Dalam waktu sekitar 2 jam, naskah itu selesai... Dalam hati gw memuji diri sendiri, "Kamu hebat! Bisa menulis naskah pidato yang subarashii begini!"

Setelah dikoreksi oleh sensei, hari Rabunya gw tampil di depan kelas. Di kelas gw, cuma ada 8 orang yang bikin teks pidato. Yaitu Shao, Sam, Nok, Kyo, You, Jo, Prilly, gw. Lalu setelah semua tampil, setiap murid disuruh voting perwakilan kelas. Dan gw terpilih! Wow... Gw seneng banget bisa membuat mereka ketawa pas speech, dan juga karena mereka memilih gw. Setelah itu anak-anak yang mau ikut lomba pidato dilatih sama sensei sekitar 2 kali.

H-1 kita semua tampil di depan kelas sekali lagi. Kali ini gw agak kecewa karena udah pada gak ketawa lagi. Cukup khawatir gimana kalo bagian yang gw harap lucu, malah jadi krik-krik. Tapi pada hari H, akhirnya sebodo amat, yang penting tampil dan berikan yang terbaik!

Speechnya pada bagus-bagus semua... Ada yang lucu, ada yang bikin terharu, dan lain-lain. Sejak awal sebenernya udah mikir, "Gak menang juga nggak apa-apa. Kan tujuan utamanya supaya gak ditanya-tanya sama guarantor. Dan yang paling penting adalah pesannya tersampaikan." Dan melihat yang lain pada bagus-bagus gitu speechnya, ya gw rela lah dikalahkan mereka. Oh, tapi pada akhirnya gw kaget karena gw juara 1. Kenapa ya? Gw pengen tau kesan yang gw berikan tuh kayak gimana. Soalnya buat gw yang tampil dan udah latihan beberapa kali, speech gw jadi terasa biasa saja gitu. Rasa bangga pada speechnya udah agak memudar gitu karena pada gak ketawa di H-1.

Ki-ka : Musa (Saudi Arabia), Kepala Sekolah, saya, Jaado (?) (Saudi Arabia)

Oh iya, post ini gw lanjutkan nanti lagi ya. Soalnya paket internet wifi gw udah setahun berlalu dan karena perpanjangnya mahal, gw berpaling ke provider lain. Waktu cepat sekali berlalu ya.

*Dilanjutkan 30 Desember 2016*


Inilah naskah speech gw :
運転手様
皆さん、こんにちは!
私はインドネシアのブカシから参りました。ブカシというのは私の故郷ですが、皆さん聞いたことがないでしょうね。それでは、ブカシの紹介をさせていただきます。ブカシの特徴と聞かれたら。。。ないと思います。じゃ、ブカシの名物は。。。それもありません。しかし、私の故郷をばかにしないでください。ブカシには独特の魅力があります。運転手様です。なぜかというと、ブカシは渋滞にかけてはどこにも負けない町だからです。ジャカルタに近いのに、通うのに三時間もかかります。この話を聞いている皆さんはどんなにひどいのが分からないでしょう。私は高校生だったある日、ジャカルタから帰る時、車の中で数学の宿題をやって、昼寝をして、映画を見て、晩ご飯を食べましたが、まだ家に着いていませんでした。そのぐらいひどい渋滞でした。しかし、ブカシの運転手様は素晴らしいと思います。長い時間ずっと集中して目的地まで一生懸命運転します。疲れをものともせず、「何としても到着するぞ!」とばかりに気合を入れて運転します。
さて、渋滞のとき、運転手様はどこを見ると思いますか。もちろん前です。目的地が前にあるからです。そして、他の車とぶつからないようにバックミラーで後ろを見ます。また、左と右も見るのです。もしかしたら他の道があるかもしれないという期待があるからです。
皆さんはご存知でしょうか。皆さんも運転手様で、皆さんの車は人生です。私が言いたいのは人間として、私たちの生き方は運転手の見方と同じだということです。前ばかりでなく、左、右、後ろもあります。
私自身の経験を話します。私は現在三井物産という日本の会社から奨学金をもらって日本に留学していますが、二か月前、次に日本へ来る学生の合格発表がありました。その学生たちは私の後輩です。私はすぐ後輩たちをインターネットでストークしました。フェイスブック、インスタグラム、ブログ、といったソーシャルメディアのおかげで私は後輩たちについてのいろいろな情報を得ました。生年月日と出身、兄弟の数、趣味、お父さんの仕事、気になる女性など全部分かりました。いいえ、いいえ、私は怖くありません。ただの好奇心です。
一人の後輩のブログに、彼の奨学金の選考から合格発表までの話が書いてありました。それを読んで、私は一年前の自分を振り返りました。私も日本に来る前は同じ気持ちでした。合格を知ったときは嬉しくて、勇気があふれるかのようにわいてきました。頭の中には『やった!日本へ留学できるわ!これからもっと勉強を頑張ろう!』と考えていました。しかし、日本へ来て時間が経つうちに、だんだん気持ちが変わってしまいました。日本の生活には慣れましたが、受験勉強で疲れを感じたり、勉強に飽きたと感じたりすることもありました。そんなときは受験生として残っている力を振り絞って、何とかやっている状態でした。ところが、後輩のブログを見たおかげで、私は後ろと横を見るようになりました。日本留学を目指した時の気持ちを思い出したり、以前と比べて日本語能力が上達したことに気づいたり、一緒に頑張っている友達がいるのを感じたりしました。そして、モチベーションがよみがえってきました。
皆さん、今までいつも人生の前ばかり見ていたのなら、少し後ろや横も見てください。特に人生が渋滞に引っかかって、進まない場合です。自分に聞いてほしいです。過去の自分はどんな人でしたか。今の自分は以前と比べてどのくらい上達しましたか。また、横には応援してくれている家族や友達がいるのを覚えていてください。それに、前だけでなく、時には横に進むことで解決法が見つかるかもしれません。さらに、ずっと前、遠くの方を見てみてください。あそこにはきっといいことが待っています。人生の目的を忘れず、いつかきっと夢がかなうと信じながら、人生という車を運転しましょう!
これで私のスピーチを終わります。

ありがとうございました。

Kurang lebih isi dari speech gw dalam bahasa Indonesia :

Ndut banget ya....
Selamat siang, semuanya!
Saya berasal dari Bekasi, Indonesia. Saya rasa semuanya tidak pernah mendengar tentang Bekasi. Oleh karena itu, biarkan saya memperkenalkan Bekasi. Kalau ditanya soal ciri khas Bekasi... setahu saya sih tidak ada. Tapi jangan meremehkan kota kelahiran saya! Bekasi punya daya tarik yang unik. Yaitu, Tuan Pengemudi (atau Mr. Driver kalo dalam bhs Ing). Kenapa bisa begitu? Karena Bekasi adalah kota yang tidak kalah dengan kota manapun kalau soal macet. Padahal letaknya dekat dengan Jakarta. Tetapi perjalanan ke sana bisa memakan waktu 3 jam. Semua yang mendengar cerita ini tidak tahu bagaimana parahnya macet tersebut, kan? Waktu saya SMA dan dalam perjalanan pulang dari Jakarta, saya mengerjakan PR matematika, nonton film, tidur siang, dan makan malam sekalipun, masih belum sampai di rumah. Separah itulah macetnya. Tapi, Tuan Pengemudi Bekasi itu luar biasa menurut saya. Terus berkonsentrasi dalam waktu yang lama dan berusaha sampai di tempat tujuan. Tanpa mempedulikan rasa lelah, tetap bersemangat menyetir sambil seolah-olah berkata, "APAPUN YANG TERJADI, POKOKNYA HARUS SAMPAI!!!"

Saat macet, menurut Anda, Tuan Pengemudi melihat ke mana? Tentu saja ke depan, karena tujuannya ada di depan. Kemudian, agar tidak bertabrakan dengan mobil lain, mereka melihat ke belakang melalui kaca spion. Mereka juga melihat ke kiri dan kanan, dengan harapan dapat menemukan jalan lain.

Apakah kalian tahu? Kalian adalah Tuan Pengemudi. Mobil kalian adalah kehidupan. Yang ingin saya katakan adalah, cara kita hidup sama dengan cara Tuan Pengemudi melihat. Tidak melulu ke depan, tapi juga ke kiri, kanan dan juga belakang.

Saya akan menceritakan pengalaman saya. Sekarang saya sedang kuliah di Jepang dengan beasiswa dari Mitsui-Bussan. Sekitar bulan Juni yang lalu, saya mendengar pengumuman penerima beasiswa yang baru. Yaitu adik kelas saya (kouhai). Saya langsung men-stalk mereka di internet. Mulai dari social media seperti Facebook, Instagram, Blog saya mendapatkan banyak informasi soal mereka. Tempat tanggal lahir, jumlah saudara, hobi, pekerjaan orang tua, sampai gebetan mereka pun saya tahu.

Dalam blog salah satu adik kelas saya, tertulis perjalanan dia mengikuti seleksi Mitsui sampai pengumuman kelulusan. Membacanya, saya jadi teringat saya yang satu tahun lalu. Sebelum saya datang ke Jepang, saya juga mereasakan hal yang sama dengan dia. Ketika mengetahui bahwa saya lulus, saya sangat senang dan semangat saya meluap-luap. Dalam kepala, saya bersorak kegirangan. "Akhirnya! Saya bisa kuliah ke Jepang! Saya akan lebih rajin belajar lagi!" Tetapi seiring berjalannya waktu di Jepang, perlahan-lahan perasaan saya berubah. Saya mulai terbiasa dengan kehidupan di Jepang. Tetapi saya merasa lelah dan bosan dengan rutinitas belajar untuk tes masuk universitas. Saat seperti itu, saya hanya bisa mengerahkan sisa-sisa tenaga yang ada. Tetapi berkat adik kelas saya itu, saya jadi melihat ke belakang dan ke samping. Saya mengingat kembali perasaan saya saat mengincar beasiswa ke Jepang, saya menyadari bahwa kemampuan bahasa Jepang sudah meningkat, saya juga merasakan keberadaan teman-teman yang berjuang bersama saya. Kemudian saya kembali termotivasi.

Semuanya, yang sampai saat ini selalu melihat ke depan. Cobalah lihat ke belakang dan ke samping. Terutama ketika kehidupan anda sedang terjebak macet dan tidak bergerak. Saya ingin kalian bertanya pada diri kalian sendiri. Seperti apakah diri kalian di masa lalu? Diri kalian yang sekarang sudah berkembang seberapa jauh? Kemudian, ingatlah bahwa di samping kalian ada keluarga dan teman-teman yang mendukung kalian. Ditambah lagi, tidak hanya ke depan. Terkadang, dengan berjalan ke samping, jalan keluar dari masalah itu bisa ditemukan. Kemudian, lihatlah jauh ke depan. Di sana pasti ada hal baik yang sedang menunggu Anda. Tanpa melupakan tujuan hidup Anda, sambil mempercayai bahwa suatu hari nanti mimpi Anda akan tercapai, mari kita mengemudikan mobil bernama kehidupan ini!

Maaf ya kalo bahasa Indonesianya aneh. Hahahaha...

Semoga pidato ini bisa menginspirasi dan menyemangati orang-orang yang mendengarnya.

Gw seneng karena tanpa harus secara khusus membuat pidato yang original, hasilnya original dengan sendirinya. Karena kalo dilihat-lihat, pidato ini cuma bisa ditulis dan dibawakan oleh anak Bekasi yang sekolah di Jakarta dan sekarang sedang kuliah di Jepang dengan beasiswa Mitsui.
Begitu juga dengan pidato teman-teman gw yang lainnya.


お疲れ様でした。皆さんのスピーチは素晴らしいと思いますよ。これからもメッセージを人々に伝えて、頑張りましょう!

*Dilanjutkan lagi 14 Mei 2017*
Sampai saat ini, gw udah pernah menyampaikan pidato ini sebanyak 8 kali di depan banyak orang. Dari 8 kali pidato ini, tentunya ada yang ngasih komentar. Kebanyakan sih bilang, "Bagus!" 「すごいですね!」「素晴らしい」。Gw seneng kok pidato gw dibilang bagus. Tapi sebenernya gw mengharapkan komentar yang lebih dalam. Bagusnya di mana gitu. Nah, ternyata ada 2 orang yang memberikan komentar yang gw harapkan. Yakni, seorang bapak orang Jepang dan Telung.
Bapak tersebut bilang, kalau pidato gw alurnya bagus, mudah dimengerti dan juga dengan adanya pertanyaan di dalam pidatonya, pendengar pun merasa diajak berkomunikasi.
Lalu Telung yang baru aja tadi pagi jam 2 mendengarkan pidato gw. Hahaha... Telung bilang kalo pidato gw ini agak ambigu sebenernya, tapi itu justru jadi bikin 'penasaran' (?). Intinya, ambigu itu bisa bagus juga. Hehe... Lalu, pidato gw ini ada makna yang lebih dalam daripada yang diucapkan, ini membuat pendengarnya jadi berpikir lebih lanjut.

Oh lalu, bulan Januari kemarin, gw baru menyampaikan isi pidato ini ke bokap gw. Telat sih, tapi yaaa daripada nggak sama sekali kan. Dibandingkan mendengar komentar orang lain sampai saat ini, jujur aja, paling seneng waktu dibilang hebat sama papa sendiri.  

Pidato ini bisa dibilang adalah masterpiece gw. Biarpun gw cuma pernah bikin 3 pidato. Yaitu, pidato soal banjir waktu SD, 言葉の大切さpidato buat lomba bulan Maret 2016 tapi gak menang karena setelah dipikir-pikir gak nyambung sama tema, dan 運転手様 ini. Makanya gw masih afal sebagian besar pidato ini. Oh iya, salah satu hal yang gw banggakan dari pidato ini adalah, gw bisa mengubah kelemahan jadi kekuatan dan gw bisa menjadi diri sendiri di pidato ini. Gw bisa memanfaatkan kelemahan Bekasi yang sering dikata-katain karena macet. Dan kemampuan gw sebagai stalker juga ternyata membawa keuntungan. Ditambah lagi, karena gw bisa membuat pengandaian, mengaitkan dua hal yang berbeda.

Menurut Hatchi san, waktu dia pergi ke Bekasi untuk menghadiri pesta pernikahan anaknya Marina san, dia jadi gak terlalu jengkel waktu macetnya karena inget pidato gw. *masukin emoji nangis bahagia* Yeay!

Minggu, 18 September 2016

The decreasing happiness

Di era yang serba maju ini, sadar gak sih kalau tingkat kebahagiaan kita justru berkurang?
Gw yang memang kecemplung di dunia smartphone, internet dan sebagainya, sejujurnya gak menyadari hal itu sama sekali. Sampai suatu hari, gw baca blognya Diana Rikasari. Di situ dia tulis tentang kebahagiaan manusia yang berkurang karena adanya social media. Setelah dipikir-pikir, bener juga.
Kak Diana  ngasih contoh, betapa dia jadi kepo sama orang-orang yang dia liat di instagram. Lalu berakhir dengan rasa iri, iri liat tas mahalnya, misalnya. Agak beda pengaruhnya di gw. Gw gak ngeliatin tasnya atau sepatunya. Tapi ya kalo ngeliat foto-foto temen-temen gw yang liburan ke pantai-pantai bagus di Indonesia atau ke luar negeri, gw iri juga.
Sebenernya post itu udah cukup lama. Tapi baru hari ini gw bener-bener sadar, kalau itu bener banget dan bisa dibilang membahayakan psikologi gw. Kenapa?
Coba bayangin. Sekarang kita chatting pakai Line, atau Whatsapp yang bisa ngasih tau kita pesan kita udah dibaca atau belum. Ini sangat menjadi pikiran buat gw.
Kalau gak di read lamaaaaaa.... "Aduh, jangan-jangan dia marah." "Eh, gw salah ngomong gak ya?" "Ih, songong banget nih orang, gak baca pesan gw."
Kalau di read tapi gak dibales, "Yah, mustinya tadi gw gak ngomong kayak gitu ya." "Dia kok gak bales apa-apa sih... Jangan-jangan dia males ngomong sama gw." "Tau gitu, lain kali gak usah gw bales chatnya dia."
Kalo balesannya singkat... "Lagi bete nih kayaknya." "Dingin banget sih."
Dan lain-lain...
Terus di grup... Nggak tau kenapa gw punya sihir. Kalo gw abis ngomong di grup, pasti grupnya langsung hening. Sepi. Gak ada yang bales lagi. Di situ gw merasa sedih. Gw merasa gak dianggap. 

Terus instagram yang gunanya buat upload foto-foto, malah jadi sumber rasa kesal. Misalnya gw upload foto apa gitu. Tapi temen gw gak nge-like. Lalu mulailah gw membuat kemungkinan sebabnya. "Fotonya jelek menurut dia." "Dia gak suka sama gw." "Dia gak nge-like foto gw karena gw juga gak nge-like foto dia." dan seterusnya... Gak tau sih ini cuma terjadi sama gw apa sama orang-orang lain juga. Tapi yang jelas, dampaknya nggak positif. Capek juga kayak gini. Mikirin hal-hal yang padahal gak usah dipikirin pun tetep bisa hidup.

19

Stephanie udah 19 tahun 4 hari lhooo... Yeay! Hmm... gak yeay juga sih. Gak terlalu beda kok umur 19 sama 18 tahun. Hahaha yaiyalah, baru 5 hari umur 19.

Anyway, mau laporan aja di blog. Sebenernya gw rada khawatir temen-temen gw gak bakalan inget ultah gw. Terutama yang tinggal di asrama. Kenapa? Karena kita bayar uang kas tiap bulan dan selalu ngasih kue ke yang ultah. Tapi... setelah 4 orang ultah, tiga di antaranya gw yang bikin grup buat ngomongin ide dan juga gw yang beli kuenya. Jadi wajar kan kalau gw khawatir pas gw ultah gak ada yang inget? Makanya dari H-14 gw ingetin orang-orang yang kemungkinan besar lupa. Soalnya kalo pada lupa, itu bakal ngerusak mood gw seharian bahkan semingguan kali. Dan untungnya, mereka inget! Yeay!

Oh iya, satu hal yang menonjol dari ultah kali ini adalah, banyaknya SURPRISE!
Pagi-pagi, Aisyah, orang malaysia, ngasih gw kartu ucapan gitu. Ini gw kaget, lho.
Abis itu, Nok, orang Thailand, ngasih gw hadiah dan bilang "Makasih ya selama ini udah jadi temenku." Wah, jadi terharu. Btw, hadiah dari dia adalah biskuit brownie (mungkin karena gw suka ngemil), dan gantungan kunci botol kaca kecil yang di dalemnya ada kerang-kerang kecil plus pasir dan di luar botolnya ada gambar putri duyung! Katanya karena gw suka nyanyi-nyanyi "Under the Sea", gw jadi kayak putri duyung gitu. Intinya dia merasa gambar itu cocok banget sama gw. LOL
Terus setelah jam pelajaran pertama, Gossip Girls (Aisyah, Alysha, Nia, Prilly, Fira) datang dan ngasih gw hadiah! Hadiahnya adalah... Thermos! Karena botol minum lama gw, yang umurnya 6 tahun lebih, udah lelah katanya, waktunya diganti. Padahal masih bisa dipake hahaha. Tapi gw seneng kok. Gw emang udah lama pengen beli botol minum baru. (Sebenernya udah beli tumbler Tokyo 2020 dari Mcd, tapi belom dipake hahaha) Oke ganti kalimatnya, gw emang udah lama pengen beli thermos, tapi harganya terlalu mahal untuk sebuah botol minum menurut gw. Jadi gw bertahan dengan botol plastik gw yang tutup orange-nya sudah somplak. Dan dapetlah thermos itu! Kyaaaaa!!! Gw seneng beneran lho ini. Warnanya dark pink gitu dan ada sticker lucunya! Stickernya mirip banget sama gw. Hahaha.  Thank you, girls! Kapan-kapan gw kasih liat fotonya. Semoga gw inget.
Lalu... Pas istirahat siang, Chin, murid dari Cina, ngasih gw hadiah juga! Ini yang bener-bener surprise, karena gw sama sekali gak nyangka bakal dapet sesuatu dari dia.
Lanjut... Pulang sekolah, anak-anak Indo Jasso ngasih gw surprise di saat gw lagi persiapan latihan buat interview Waseda. Tiba-tiba Prilly masuk ke kelas dan nanya Joevandi di mana. Gw yang lagi ngafalin jawaban, cengok dulu buat mikir mau jawab apa. Lalu mereka semua masuk dan nyanyi! Kuenya sesuai request gw! Bukan kue gyomu, ada lilin angkanya, ada tulisannya! Biarpun Ihsan gak tau umur gw berapa dan harus gamble pas beli lilin (Kalo gw ultah ke 20 dan dia belinya lilin yang 19, berarti dia harus beli 2 lilin lagi. Kalo gw ultah ke 19 tapi dia belinya lilin 18, tinggal beli 1 lagi aja), akhirnya dia memutuskan untuk minta bantuan kawan-kawan yang lain. Nah kebetulan Mbak Eka ketemu gw pas tanggal 13 sore dan nanya soal umur gitu. Tapi karena gw cerdas hohoho, gw gak jawab secara langsung umur gw berapa. Pokoknya Mbak Eka sempet bingung dan nanya berkali-kali. Maaf ya, Mbak hehehe.
Oh terus yang satu ini di Facebook. Ya kalian tahu lah ya, berkat kemajuan teknologi social media seperti FB, kita jadi diingatkan tanggal ultah orang lain. Nah, ada satu temen SD gw yang udah gak pernah ngobrol 6-7 tahun kali ya, ngucapin lewat FB. Wow. Dia masih inget gw siapa aja udah bagus padahal.Gw kaget.

Nah jadi karena gw dapet banyak surprise dari teman-teman di ultah ke-19 ini, gw meramalkan umur 19 ini akan penuh dengan kejutan. Semoga kejutan yang baik ya. Amin.

Ini foto waktu gw Prom SMA, umur 17 tahun. Iya gw keliatan lebih kurus.

Ini foto gw waktu ke Open Campus Keio. Univ impian gw saat ini. Diambil saat gw berusia 18 tahun


Kenapa gak ada foto waktu umur 19? Karena Stephanie terlalu malas untuk mengupload dari HP

Jumat, 26 Agustus 2016

Little parts of life

First of all, I want to warn you. I am going to write this post in English (with my broken English) because mine is getting worse than before (it wasn't good) but I have an English exam for Waseda next week. If you are worried that this post will ruin your English, please don't hesitate to skip and wait for the next Bahasa or Japanese posts.

Recently, I realized that although I update my blog every month since I came to Japan, I have never written about my daily life. The little, silly, funny, boring or whatever it is. I only wrote about my thoughts and the big things that happened. I forgot that my life is also made of tiny dots. Every second of my life, I mean. So now I'm going to introduce you to my daily life.

Let's start with the people.
1. Joe
He gets the same scholarship as me. I can say he is my comrade in Japan. We fight together against EJU, JLPT and university exams (soon).   
He is.... unique. I have never met someone like him. A combination of neat, perfectionist, narcissistic, complicated, noisy, etc. It is hard to understand the way he thinks. Sometimes he is a little bit annoying, however I usually ignore him. I know I am not a good friend, yeah I know. But here is the thing, though I ignore him, never answer his call (they were not on purpose), there are times when I thank God that I came to Japan with him. It's rare though.


2. Kak Tsani
She is my senpai from the MBS. Actually, she is only 1 month older than me. But since she only spent 2 years in JHS and so mature (compare to me), I can't call her without 'kak'.
She came from Jakarta and now she is studying at Tokyo Institute of Technology. 
Oh, and she is the one whose blog I read during the MBS selection! wrappedindreams.wordpress.com



3. Kak Adrian
He is Kak Tsani's comrade. He is too old, I don't even know his age. Look at his face! I'm just kidding. He is 21. Pokemon lovers. Beyonce and Pentatonix's fan. A good singer. He loves to do or say things that are disgusting (jijik) in my opinion. The reason why I say "jijik" in the best way I could is him. He is a student at University of Electro-communication Tokyo. I don't know much about him because he keep his story secretly. But I would like to recommend him as an adviser. Though most of the times he jokes around, only when you really really need him, he is all the thing you need.


Here is a picture of us! This photo was taken the night before our guarantor's birthday. We made him a birthday card. Kak Adrian put the tape as the frame and thought what we should write, Kak Tsani drew the pinky tree, Joe wrote the card and I drew our faces!
Among the senpais, two of them spend the most time with me and Joe. Since we used to live on the same dorm for six months, we often had dinner or went for karaoke together. After they moved to their new apartments, we don't hang out much. Oh, by the way, we buy each of us a birthday present. It starts from Kak Adrian's birthday on March. We gave him a shaver and a Pikachu doll. Next, Joe's birthday. We gave him an Olaf onesie and a book, "How to stop worrying and start living". On August, we paid Kak Tsani's new watch. We had no idea what to buy, so we just paid her watch. Anddd, next month is my birthday! I hope they remember it.
This one is the Ramadan edition!

3. Kak Danny and Kak William
They are 2 years older than me. Kak Danny came from Surabaya while Kak William came from Pontianak. Kak Danny is studying at Waseda University and Kak William go to the same university as Kak Adrian. Kak Danny is really funny. He has a unique way of thinking and facing life problems. Kak William is a master of yoyo.






4. Kak Martina
She is too unique too be true. Also my senpai from MBS. She is just 2 years older than me, but she will graduate from university next year. I believe the way she thinks and her life story is hardly found in this world. 







Okay, now I'm tired of writing... What a shame... :'(
I will continue this post later. Bye!

Sabtu, 13 Agustus 2016

人生は単になればいい

もう疲れちゃった… 面倒臭い考えばかり思っている。考えなくてもいいのに、なんとなく気になって、眠れなくなったり、集中できなかったりしている。もっと大事なことがあるのに。やっぱり気持ちは複雑なものだなぁ… この考え方、より単になってほしい!

Kamis, 11 Agustus 2016

Butuh teman curhat

Akhir-akhir ini gw merasa sepi di tengah keramaian. Asrama gw rame, tapi gw merasa sepi. Gw butuh temen curhat. Yang ada di deket gw, dan gw bisa cerita apa pun. Entah kenapa, orang-orang yang ada di sekitar gw, kurang cocok untuk dicurhatin. Mungkin cuma 1-2 orang. Tapi ada hal-hal yang gak bisa gw curhatin ke mereka. I need my best friends... Here, beside me. Gw mau cerita banyak banget. Biarpun kebanyakan hal yang kurang baik. Ketakutan, kekesalan, keputusasaan, dsb. Kadang gw capek sama manusia di sekitar gw. Dengan segala sifat dan kelakuan mereka yang ngeselin. Yang bikin emosi gw naik turun. Dasar manusia!

Semakin nggak ngerti dengan manusia. Kok bisa ya ada yang kayak gini? Kok bisa ya mereka jadi seperti ini?
Buat satu orang yang gak pernah puas dan selalu iri. Kamu bilang, kamu butuh uang. Ketika kamu dapat pekerjaan, kamu ngeluh gak punya waktu untuk belajar. Tapi ketika kamu punya waktu, kamu gak pakai untuk belajar atau hal yang penting. Kamu pakai untuk yang lain kan? Lalu kamu kembali mengeluh. Iri sama orang lain, selalu merasa orang lain tuh beruntung banget, bisa begini, bisa begitu. Tanpa menyadari betapa beruntungnya juga kamu.

Buat satu orang yang baper. Thanks udah memberikan contoh nyata dari yang namanya 'baper'. Plis deh, namanya juga manusia, makhluk sosial, butuh bersosialisasi. Kamu gak bisa melarang dia untuk temenan dengan yang lain, kamu kan juga gak dilarang temenan sama yg lain. Dan gak usah memperbesar masalah kecil. Katanya kamu udah dewasa, kamu ubah penampilan, kamu lebih perhatian sama diri sendiri, tapi jujur aja, kamu masih sama aja kayak aku. Kita masih anak-anak.

Buat orang yang suka ngeluh dan bilang, "Sial!"
Sadarlah, semakin sering kamu bilang, "Sial!" dan mengeluhkan hidupmu, semakin 'sial' juga hidupmu. Cobalah menerima kenyataan dan melihatnya dengan lebih positif. Gak semua hal yang terjadi itu sial. Tapi ya kalo melihatnya seperti itu, dia jadi sial beneran.

Gw pengen banget masuk Keio University. Univ ini tuh kayak pas banget dengan yang gw mau.
Jurusan yg gw mau, ada. Kampusnya bagus, enak. Termasuk univ bagus dan merupakan univ tertua di Jepang. Dan paling ngena di hati dibanding univ lain. Tapi... Masuk situ susah... Lebih susah dari Waseda... Sementara gw ngerjain tes masuk Waseda aja gak bisa.
Gw ngeliat Senpai2 Mitsui tuh alumni Todai, Keio, Kyoto. Univ top semua. Tapi beberapa tahun terakhir, gak ada lagi yang masuk tiga univ top itu. Apakah ada pengaruh persaingan dengan negara lain, atau proses seleksi yang emang makin susah? Atau ada pengaruh smartphone juga? Gw bisa ngebayangin sih dulu senpai tachi gak punya hiburan lain selain belajar. Dan mereka menghabiskan tiap malam dengan belajar di kamar. Sementara gw, tidur-tiduran, main hp, dan hal yang gak berguna-guna amat. Gw udah coba berusaha, tapi tetep gak bisa ngerjain soal2 nya. Apakah ini udah batas gw? Limit gw? Apa gw gak bisa masuk keio? Sedih.